Buntut Red Notice untuk Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte Dimutasi

  • Whatsapp
1591289104
Kapolri Idham Azis bersama Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Terdapat Jenderal polisi yang kembali dicopot dari jabatannya terkait dengan permasalahan keluar-masuknya buronan kasus korupsi kelas kakap, Djoko Soegiarto Tjandra. Satu jenderal yang dicopot dari jabatannya yakni, Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

Irjen Napoleon Bonaparte dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri. Pencopotan jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/2076/VII/KEP/2020 yang dikeluarkan Jumat (17/7/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam surat tersebut tertulis Irjen Napoleon Bonaparte dicopot dari jabatannya dan dimutasi menjadi Analisis Kebijakan Utama Itwasum Polri. Surat telegram tersebut diteken langsung oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Sutrisno Yudi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono membenarkan adanya pencopotan jabatan Irjen Napoleon Bonaparte sebagai Kadivhubinter Polri. Kata Awi, Irjen Napoleon dimutasi karena melanggar kode etik.

“Pelanggaran kode etik maka di mutasi. Ya betul. Iya kelalaian dalam pengawasan staf,” kata Awi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (17/7/2020).

Sebelumnya, Polri telah lebih dulu mencopot Brigjen Pol Prasetyo Utomo dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri. Hal ini diduga terkait hebohnya penerbitan surat jalan buron Djoko Tjandra.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri pun sedang memeriksa pihak-pihak yang berurusan terkait dengan red notice buron kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra. [JIB]

Pos terkait