Pembakaran Banner Rizieq Bisa Buka Konflik Berbahaya Bagi Negara

  • Whatsapp
banner rizieq yang sempat dibakar GJI
Banner berwajah Rizieq yang sempat dibakar kelompk GJI di depan DPR RI, saat ini diamankan oleh DPP FPI di Petamburan.

Inisiatifnews.com – Pengamat dari President University, Muhammad AS Hikam mengingatkan tentang potensi munculnya konflik yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban negara.

Potensi konflik tersebut terkait dengan adanya aksi pembakaran spanduk bergambar wajah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq bin Shihab oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai kelompok Gerakan Jaga Indonesia (GJI) pimpin Susilo Budiono Djarot.

Bacaan Lainnya

“Fenomena bakutantang, bakuancam, bakubakar bendera dan foto adalah pembukaan bagi konflik-konflik yang berbahaya bagi NKRI,” kata Hikam dalam keterangannya, Kamis (30/7/2020).

Untuk itu, ia berharap agar aparat keamanan bisa menetralisir situasi tersebut agar tidak sampai memancing polemik yang berkepanjangan.

Stop secepatnya,” tegas Hikam.

Perlu diketahui, bahwa massa dari GJI membakar banner yang tercetak wajah Habib Muhammad Rizieq bin Shihab saat berunjuk rasa di depan gedung DPR RI.

Menurut koordinator GJI, Susilo Budiono Djarot, bahwa aksi pembakaran banner Rizieq tersebut memang dilakukan oleh massa aksinya, hanya saja itu terjadi secara spontan dan bukan atas dasar perintahnya, namun karena massa merasa benci dengan sosok imam besar FPI tersebut.

“Saya tidak mau membakar (banner Rizieq), tapi kalau saya menghentikan mereka (para penbakar), jatuh wibawa saya. (Bagi saya) silahkan saja, namanya juga orang marah,” kata pria yang karib disapa Boedi Djarot itu, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (29/7) kemarin.

Namun, usai peristiwa tersebut, para simpatisan Rizieq pun marah besar. Bahkan kuasa hukum Rizieq Shihab, Damai Hari Lubis sampai berencana melaporkan kasus pembakaran poster bergambar wajah kliennya itu ke kepolisian.

Langkah hukum ini ditempuh karena pentolan FPI itu merasa dihina dengan aksi pembakaran tersebut.

Damai mengklaim Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) telah mendapat mandat dari Rizieq untuk menempuh jalur hukum. Damai akan didampingi Ketua Umum TPUA Eggi Sudjana untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Imbauan IB HRS tempuh jalur hukum untuk hindari anarkisme. Maka kami segera laporkan Boedi Djarot atas perobekan dan pembakaran gambar baliho diri beliau (Rizieq),” kata Damai.

Terakhir, pengamat politik dari Charta Politka, Yunarto Wijaya sempat mengunggah kicauannya terkait dengan peristiwa upaya pembakaran banner bergambar wajah Rizieq tersebut. Ia menilai bahwa para pelaku pembakaran adalah orang-orang yang tak punya otak.

[]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait