Aliansi Cinta Polisi Harap Sosok Kapolri Orang yang Humanis

  • Whatsapp
Topi Polisi
Ilustrasi.

Inisiatifnews.com – Koordinator Aliansi Cinta Polisi, Yusuf Arya menilai bahwa sosok pejabat tinggi yang menduduki kursi di pucuk tertinggi korps Bhayangkara harus sosok yang memiliki rasa humanis tinggi.

“Kepemimpinan institusi Polri haruslah dipegang oleh petinggi Polri yang benar-benar memahami arti dari kata humanis,” kata Yusuf dalam aksinya di taman aspirasi, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020).

Bacaan Lainnya

Karena menurutnya, hanya sosok humanis yang mampu mengatasi berbagai persoalan sosial.

“Karena dengan jalan yang humanislah, segala permasalahan bisa diselesaikan tanpa ada riuh dan kericuhan pada masyarakat,” ujarnya.

Ia pun menyebut bahwa aksi represif yang diambil oleh institusi Polri dalam mengatasi persoalan justru adalah opsi yanh salah dan tidak tepat.

“Bukan dengan cara yang represif dan tebang pilih sebagaimana penanganan yang terjadi saat ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, Yusuf menyebut bahwa sikap humanis adalah opsi tindakan yang sangat tepat diambil oleh Polri baik dari jajaran teratas maupun jajaran terendahnya. Karena dengan cara itu, mudah sekali polisi membaur dengan masyarakat luas.

“Anggota Polri yang humanis merupakan idaman yang diinginkan masyarakat hadir di tengah-tengah kehidupan mereka setiap hari. Begitu pula dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan di masyarakat, dibutuhkan sikap humanis anggota Polri yang memberikan rasa keamanan dan mengayomi setiap masyarakat tanpa memandang statusnya,” terangnya.

Maka dari itu, sikap humanis harus dicontohkan oleh para pimpinan lembaga penegak hukum di Indonesia itu, agar jajaran Polri di kalangan bawah bisa menyontohnya.

“Oleh karenanya, keteladanan itu memang harus dimulai dari atas. Maka perlulah institusi Polri dipimpin oleh seorang kapolri yang humanis, serta dipatuhi oleh jajarannya,” paparnya.

IMG 20200803 WA0033
Aksi unjuk rasa Aliansi Cinta Polisi di taman aspirasi di bilangan Monas seberang Istana Negara Jakarta.

Kapolri harus dekat dengan masyarakat beragama

Di sisi lain, Yusuf juga mengatakan bahwa korps Bhayangkara juga harus dekat dengan unsur masyarakat agamis.

“Dan (Polri) juga harus dekat dengan umat beragama di Indonesia, dimana sekitar 256 juta masyarakat Indonesia beragama Islam,” tandas Yusuf.

Dan Kapolri, kata Yusuf juga harus sosok yang sangat paham terhadap gerakan-gerakan Islam. Tujuannya adalah menjaga kondusifitas sesuai dengan porsinya.

“Kapolri yang humanis dengan umat beragama sangat dibutuhkan di negara dengan mayoritas penduduk Islamnya terbesar di dunia. Kapolri yang memahami gerakan-gerakan umat Islam yang demokratis dengan tidak memberikan tindakan represif atau pun agresif, adalah dambaan seluruh umat Islam,” jelas Yusuf lagi.

Dengan mayoritas masyarakat Indonesia adalah beragama Islam, maka wajar bila sebagian besar umat Islam menyampaikan sikap demokrasinya.

“Memahami umat Islam haruslah dilakukan oleh orang yang paham betul akan ajaran dan perilaku umat Islam. Maka sudah sewajarnya Kapolri dipimpin oleh petinggi Polri yang demikian,” sambungnya.

Oleh karena itu, Yusuf menekankan kembali siapapun perwira tinggi Polri yang akan menduduki jabatan sebagai Kapolri nanti, harus orang yang dekat dengan umat.

“Dengan begitu, perlu kami sampaikan bahwa Kapolri haruslah petinggi Polri yang dekat dengan umat Islam,” tutupnya. []

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait