Ketum JOMAN Sedih Produsen Hoaks Dapat Mahaputra Nararya

  • Whatsapp
IMG 20200812 174729 scaled
pertemuan dan konsolidasi nasional jaringan aktivis penggerak 98 di Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat pada hari Rabu 12 Agustus 2020.

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer menilai bahwa di tengah Pilpres 2019 sempat diwarnai gelombang politik identitas yang sangat luar biasa.

Padahal menurutnya, politik identitas atau politik SARA tidak seharusnya mendistorsi demokrasi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Politik identitas dan kekerasan jangan masuk ke ruang-ruang demokrasi. Tapi politik identitas kemarin menguat dan terkonsolidasi,” kata pria yang karib disapa Nuel di Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020).

Namun ia mengaku sedih kenapa dua orang yang disebutnya sebagai aktor penyubur politik identitas dan juga penyebar hoaks Ratna Sarumapet tersebut malah akan diganjar penghargaan luar biasa oleh Presiden Joko Widodo.

“Salah satu produsennya akan dapat penghargaan jasa dari negara, ini kan gila. Apalagi dinilai karena dianggap kontribusi pada bangsa dan negara,” ujarnya.

Padahal kata aktivis 98 ini, bahwa penghargaan Mahaputra Nararya bukan penghargaan sembarangan. Sementara menurutnya, dua orang yang dimaksudnya yakni Fadli Zon dan Fahri Hamzah tidak pantas mendapatkannya.

“Salah satu poin peraturan pemerintah, orang-orang yang mendapat jasa adalah yang punya integritas dan moral. Makanya saya gak ngerti apa lagi mainan ini,” ucapnya.

Perlu diketahui, bahwa Fadli Zon dan Fahri Hamzah akan diganjar penghargaan Mahaputra Nararya dalam kategori sosok yang memiliki kontribusi bagi bangsa dan negara, yakni di mana keduanya dinyatakan berhasil memimpin DPR hingga berakhir masa bhakti mereka. [RED]

Pos terkait