Ngaku Tak Tahu Diundang untuk Deklarasi KAMI, Alasan Dubes Palestina Tak Masuk Akal

Zuhair Al Shun
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun hadir di acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dipimpin oleh Din Syamsuddin.

Inisiatifnews.com – Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta menilai bahwa alasan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun merasa dikecoh oleh Din Syamsuddin hadiri acara politik Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tidak masuk akal.

Menurutnya, untuk sekelas Duta Besar, tidak mungkin Zuhair tidak tahu alasan dirinya diundang Din Syamsuddin dalam acara deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi tanggal 18 Agustus lalu.

Bacaan Lainnya

“Alasan Dubes Palestina ini tidak masuk akal. Seorang dubes itu pasti punya staf atau analis politik,” kata Stanislaus dalam keterangannya, Kamis (20/8/2020).

Kata Stanislaus, seorang pejabat Dubes pasti memiliki infrastruktur intelijen yang bisa melakukan analisa dampak terkait dengan aktivitas yang akan dijalankannya, apalagi dalam kaitannya sebagai duta besar negara sahabat.

“Bahkan punya perangkat intelijen yang bisa memberikan informasi awal terkait undangan, siapa yang mengundang, motif pengundang dan lain-lain, dampak jika datang, dampak jika tidak datang termasuk siapkan alasan jika tidak mau datang. Ini sangat standard aktivitas seorang dubes,” ujarnya.

Apalagi seorang pejabat duta besar, pasti memiliki protokol keamanan yang berstandar. Bahkan jika aktivitasnya itu berkaitan dengan hubungan bilateral antar negara yakni palestina dengan pejabat negara Indonesia, apalagi undangan itu dilakukan oleh masyarakat sipil yang bukan pejabat negara.

“Apalagi yang mengundang bukan pejabat pemerintah, tetapi tokoh politik oposisi. Sekelas Dubes jika mau terima tamu juga pasti cek siapa tamu tersebut, bahkan ada background check,” jelasnya.

Stanislaus yakin bahwa Zuhair pasti mengetahui tujuan asli mengapa dirinya diundang oleh Din Syamsuddin untuk datang ke Tugu Proklamasi dalam agenda deklarasi KAMI tersebut.

Oleh karena itu, dengan kehadiran Zuhair di acara deklarasi KAMI yang merupakan agenda politik kelompok oposisi pemerintah itu jelas kurang pas, apalagi dia hadir dalam kapasitasnya sebagai duta besar negara sahabat dengan Indonesia.

“Dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan Palestina, dimana Indonesia adalah negara yang all out mendukung Palestina, sikap Dubes tersebut sangat tidak elok,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa dalam agenda deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi pada hari Selasa 18 Agustus 2020 lalu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun mengaku tak tahu jika ia diundang untuk agenda politik kelompok yang diisi oleh para mantan pejabat negara itu.

Hal ini disampaikan oleh Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia pada hari Rabu 19 Agustus 2020.

“Kami ingin menegaskan bahwa partisipasi kami berdasarkan pada pemahaman bahwa acara tersebut adalah acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia dan bukan yang lainnya. Kehadiran kami di acara tersebut hanya berlangsung selama 5 menit, ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia yang itu adalah sesuatu yang sakral bagi seluruh rakyat Indonesia,” tulis Zuhair.

Dalam deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi tersebut, di sana hadir eks Komisaris Utama PT Pelindo I Refly Harun, eks Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu, eks Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, eks Menteri Kehutanan MS Kaban, dan masih banyak lagi tokoh nasional lainnya.

Bahkan di tengah-tengah acara tersebut, hadir mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais dan putri Soeharto yakni Titiek Soeharto. [NOE]

Pos terkait