Goenawan Mohamad: Perlu Merawat Kejujuran Jurnalisme

  • Whatsapp
IMG 20200824 WA0001
Alumni majalah mingguan berita pertama di Asia, Tempo, menyelenggarakan reuni akbar secara virtual, Ahad malam (23/8). Foto: James Lapian

Inisiatifnews.com – Menjelang ulang tahun ke-50 Majalah Mingguan Tempo, para alumni majalah mingguan berita pertama di Asia itu menyelenggarakan reuni akbar secara virtual, Ahad malam (23/8).

Goenawan Mohamad, mantan Pemimpin Redaksi Tempo dalam sambutannya menyatakan rasa prihatin, media cetak saat ini memasuki masa suram.

Bacaan Lainnya

“Jagalah Tempo, karena Tempo adalah kebudayaan jurnalisme,” ujar penulis Catatatan Pinggir (Caping) majalah Tempo tersebut.

Gaya penulisan Tempo yang banyak disebut sebagai jurnalistik sastra, memang pernah menjadi kiblat para jurnalis muda dan mempengaruhi model penulisan berita berbagai media cetak di Indonesia.

GM—demikian panggilan akrab Goenawan Mohamad— merasa bersyukur, alumni Tempo menyebar di mana-mana dan menduduki posisi penting di berbagai media. Satu hal yang membanggakannya, di saat kejujuran merapuh, alumni Tempo tetap merawat kejujuran jurnalisme tersebut. Hal inilah yang perlu terus dirawat.

Maret depan, Tempo berusia 50 tahun. Goenawan berharap para alumni Tempo Grup bisa berkumpul secara fisik.

“Saya berharap mereka diundang semua, terlepas bisa hadir atau tidak, untuk ikut mensyukuri dan merayakan bersama,” kata GM, yang tampak menahan haru.

Acara reuni juga diselingi pembacaan puisi oleh Yudhistira, Noorca Massardi, Linda Djalil, Priyono B Sumbogo, dan ditutup dengan karaokean bersama.

Reuni alumni Grup Tempo (termasuk Zaman, Swa, Matra, Forum) yang disponsori Majalah Indonesian Lantern —dikelola alumni Tempo Didi Prambadi dan Indah Nurutasari di Philadephia— itu, diikuti hampir 200 alumni yang tersebar di berbagai daerah dan negara seperti: Amerika Serikat, Australia, Jerman, Jepang, Mesir, dan Timor Leste.

Tampak hadir: Harjoko Trisnadi (perintis Tempo), Putu Wijaya, Putu Setia, Bambang Bujono, Edy Herwanto, Saur Hutabarat, Marah Sakti, Bambang Harymurti, Andy Noya, Martin Aleida, Sri Malela, Linda Djalil, Bunga Surawijaya, Sori Siregar, James Lapian, Liston Siregar, A. Margana, Gatot Triyanto, Praginanto, Kemal Gani, Aries Margono, Farida Senjaya, Mustafa Helmy, Sugrahetty, Sri Pudyastuty, Etti Asa, Rita Srihastuti, Diah Purnomowati, Sandra Hamid, Ardian Gesuri, Kemala Atmojo, Rully Kesuma, Hidayat Gautama, dan masih banyak lagi.

Bertindak sebagai pemandu acara, Didi Prambadi dan Rita Srihastuti. “Saya berharap reuni ini akan berbuah sesuatu yang monumental,” kata Edy Herwanto. (AM)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait