Sangat Penting Mengarus Utamakan Nilai Kerukunan dalam Amalkan Pancasila

  • Whatsapp
IMG 20200824 204651
Romo Antonius Benny Susetyo.

Inisiatifnews.com – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo menjelaskan, bahwa nila-nilai Pancasila sejatinya menciptakan tata keadaban publik.

“Nilai-nilai Pancasila sebagai pemandu kehidupan bersama dalam menciptakan tata keadaban publik. Sementara tata keadaban publik menjadi acuan dalam merawat Bhinneka Tunggal Ika,” kata Benny dalam seminar nasional bertemakan “Moderasi Beragama dan Kerukunan di Kampus IAIN Curup”, Senin (24/8/2020).

Bacaan Lainnya

Maka dari itu, ia pun menekankan bahwa setiap komponen harus memperluas pandangan inklusif atau terbuka serta visi kaum beragama untuk membangun pergaulan agama yang lebih manusiawi dan untuk meredam potensi-potensi kekerasa umat beragama.

Kebijakan dalam kemajuan teknologi pada zaman sekarang juga harus diperhatikan. Menurut Benny, mengarus utamakan nilai keluarga dalam media massa, media sosial, dan televisi juga penting.

“Mengarus utamakan Pancasila menjadi gugus insting yang mempengaruhui cara berpikir, bertindak, bernalar dan berelasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Benny.

Hal senada dijelaskan oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Nifari. Dalam penjelasannya di kesempatan yang sama, disebutkan bahwa sangat penting mengarus utamakan nilai-nilai kerukunan.

“Sangat penting untuk mengarus utama nilai kerukunan beragama dalam mengamalkan
Pancasila,” jelasnya.

Ia berharap ahar moderasi beragama dan kerukunan tetap tumbuh dan berkembang di Indonesia demi terwujudnya cita-cita bangsa.

Masih di dalam kesempatan yang sama pula, Sekretaris Utama BPIP Karjono menegaskan bahwa agama hadir untuk menjaga harkat dan martabat manusia.

“Agama sejatinya hadir untuk menjaga harkat dan martabat kemanusiaan,” kata Karjono.

Dan ia menyebut bahwa Indonesia seharusnya bersyukur diberikan anugerah dari Tuhan yakni berupa sebuah kehidupan yang majemuk dan plural. Sehingga mampu menjaga iklim demokrasi tetap tenang.

“Indonesia yang plural akan bisa mampu meraih kemajuan, kesejahteraan, kedamaian dan keadilan dalam bingkai NKRI yang demokratis,” tuturnya.

Pos terkait