KSPI DKI : Kita Beri Masukan ke DPR dan Pemerintah Soal Kondisi Buruh Sebenarnya

  • Whatsapp
Winarso KSPI
Koordinator Daerah KSPI DKI Jakarta, Winarso. [foto : Inisiatifnews.com]

Inisiatifnews.com – Ketua Koordinator Daerah KSPI DKI Jakarta, Winarso menyatakan bahwa aksi unjuk rasa di Kemenko Perekonomian dan DPR RI merupakan upaya kaum buruh untuk menyampaikan keresahan mereka terhadap RUU Cipta Kerja.

“Kita ke kemenko untuk menyuarakan apa keluh kesah pekerja tentang RUU Cipta Kerja yang konon sangat merugikan pekerja,” kata Winarso dalam konferensi persnya di depan gedung Kemenko Perekonomian, di Jl Lapangan Banteng Timur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2020).

Bacaan Lainnya

Di dalam regulasi yang tengah digodok oleh DPR bersama pemerintah dan sudah masuk ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) itu, Winarso menyampaikan bahwa ada poin-poin yang dikritisi, yakni persoalan sistem kerja kontrak yang akan dibebaskan untuk diberlakukan di seluruh sektor.

Menurutnya, sistem kerja outsourcing atau kontrak ini akan menciderai hak buruh untuk sejahtera dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Satu contoh status kerja, outsourcing dan sistem kerja kontrak dibebaskan untuk semua bagian. Artinya pekerja-pekerja kita tidak ada harapan menjadi pekerja tetap,” ujarnya.

“Ditambah lagi jam kerja pengaturannya yang sangat eksploitatif,” imbuhnya.

Selain itu, Winarso juga menyatakan bahwa pihaknya menolak Omnibus Law. Hanya saja, sejauh ini pihaknya masih membuka diri untuk berdialog untuk memberikan masukan-masukan strategis kepada DPR dan Pemerintah untuk memperbaiki draf RUU Cipta Kerja yang masih ditolaknya itu.

“Kita tegas tolak omnibus law. Tapi kita tidak menutup diri dan memberikan usulan ke pemerintah dan DPR apa yang dibutuhkan buruh, atau mungkin DPR dan pemerintah belum tahu persis apa yang terjadi sebenarnya di kalangan buruh,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan Inisiatifnews.com, saat ini aksi unjuk rasa elemen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu sudah selesai. Massa langsung bergerak menuju DPR RI sebagai sentral aksi mereka. [NOE]

Pos terkait