Hikam Harap Propaganda Film Jejak Khilafah Karya HTI Dibongkar

  • Whatsapp
Hikam
Muhammad AS Hikam.

Inisiatifnews.com Akademisi dari President University, Muhammad AS Hikam menilai, bahwa film Jejak Khilafah di Nusantara yang diproduksi oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah upaya untuk melancarkan propaganda demi membenarkan narasi Khilafah yang jadi tujuan politik mereka.

“Menurut saya, film Jejak Khilafah di Nusantara adalah salah satu bukti bahwa propaganda khilafahisme HTI masih ada dan nyata,” kata Hikam dalam keterangannya yang disampaikan kepada Inisiatifnews.com, Jumat (28/8/2020).

Bacaan Lainnya

Ia pun berharap agar propaganda tersebut dibongkar saja agar tidak menjadi bahan distorsi sejarah bagi Indonesia ke depan.

“Buka dan bongkar aja,” tegasnya.

Terkait dengan Khilafah Islamiyah ala Hizbut Tahrir, Hikam menyampaikan bahwa mereka akan terus menyuarakan narasi untuk membenarkan agenda politik mereka, bahwa seolah Khilafah Islamiyah adalah bagian dari rukun iman yang wajib dijalankan. Padahal tidak.

“Seakan-akan Khilafahisme yang dia buat adalah bagian dari ajaran Islam, levelnya sama dg wajibnya shalat, puasa, zakat dan lain-lain,” ujarnya.

“Itu yang dicoba didistorsi oleh HTI,” imbuhnya.

Khilafah HTI beda dengan Khilafah menurut Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

Selanjutnya, menteri Riset dan Teknologi era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menegaskan, bahwa Khilafah Islamiyah yang dijadikan target politik Hizbut Tahrir dengan Khilafah yang dipahami oleh ormas Islam terbesar Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah adalah dua hal yang berbeda.

“Khilafahisme HTI dan konsep khilafah lain, adalah pandangan fiqh siyasah yang substansinya berbeda-beda. Bukan sebuah ajaran yang diwajibkan eksistensinya dan seragam ditentukan oleh satu pandangan atau tafsir khususnya dari HTI,” jelas Hikam.

“Padahal Khilafahisme HTI jelas substansinya adalah fasisme dan totaliterisme,” tutupnya. [NOE]

Pos terkait