Ismail Yusanto Dipolisikan Eks HTI

  • Whatsapp
ismail yusanto HTI
Ismail Yusanto dipolisikan eks Ketua DPD HTI Bangka Belitung (Babel).

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid menyatakan bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah organisasi yang telah dilarang oleh negara, pasca dibubarkannya organisasi tersebut oleh putusan hakim PTUN Jakarta.

“HTI sesuai putusan PTUN yang sudah berkekuatan hukum tetap Nomor 27 K/TUN/2019 resmi dibubarkan, paham khilafah HTI dinilai hakim bertentangan dengan pancasila,” kata Muannas, Jumat (28/8/2020).

Bacaan Lainnya

Atas dasar itu, ia menyampaikan bahwa siapapun orang yang masih menggunakan brand HTI maka ada sanksi pidana yang harus dijeratkan.

“Menurut UU Ormas, paham yang bertentangan dengan Pancasila ada ancaman pidananya, Kok masih ada orang yang bebas sebut Jubir HTI dan sebarkan paham ?,” ujarnya.

Dan ia juga menyampaikan bahwa mantan ketua HTI di Bangka Belitung bernama Ayik Heriansyah telah melaporkan Ismail Yusanto ke Polisi lantaran masih menggunakan label HTI dalam aktivitasnya. Padahal ia menyebut bahwa organisasi tersebut telah nyata-nyata dilarang.

“Upaya Ayik Heriansyah mantan Ketua DPD HTI Babel yang berkiprah 7 tahun di HTI dengan melaporkan sudah tepat, karena sejak putusan MA berkekuatan hukum tetap tidak boleh menyebarkan paham itu apalagi terang di berbagai diskusi sampai medsos masih sebut Jubir HTI,” nilainya.

Bagi Muannas, sikap Ismail Yusanto yang masih menyebut diri sebagai juru bicara HTI adalah pelanggaran pidana.

“Ini bukan kebebasan berpendapat, tapi pidana,” tegasnya.

Secara pribadi, pria yang berprovesi sebagai advokat itu sangat mengapresiasi sikap Ayik untuk mempidanakan Ismail Yusanto.

“Saya apresiasi ditunjuk sebagai kuasa hukum mas Ayik Heriansyah Ex-HTI dengan segudang pemahamannya tentang khilafah HTI, banyak tulisan beliau soal itu,” paparnya.

Terakhir, Muannas Alaidid pun berharap agar negara melalui instrumen hukum dan peradilannya agar tegas menyikapi organisasi yang sudah dibubarkan oleh negara tersebut.

“Saatnya negara tegas seperti Mesir, Yordania, Arab Saudi, Suriah, Libya, Turki apalagi sudah ada inisitiaf dan dukungan publik dengan rela melapor,” tutupnya. [RED]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait