Dukung KAMI, Fadli Zon Disarankan Cabut dari Gerindra dan DPR

  • Whatsapp
Fadli Zon dan Priyo Budi Santoso
Fadli Zon bersama Priyo Budi Santoso. [foto : istimewa]

Inisiatifnews.com Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menyinggung sikap Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, sekaligus anggota DPR RI, Fadli Zon yang menyatakan, bahwa gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) perlu didukung sebagai gerakan politik non parlemen.

Menurut Yunarto, statemen Fadli Zon akan sangat berpengaruh dan relevan ketika ia mengundurkan diri dari DPR sekaligus sebagai petinggi partai politik berlambang kepala burung garuda itu.

Bacaan Lainnya

“Twit ini sebetulnya punya muatan cukup bagus kalau Anda bisa memulainya dengan mundur dari partai dan DPR dan fokus di KAMI,” kata Yunarto Wijaya, Sabtu (29/8/2020).

Karena di dalam kultwit yang disampaikan Fadli Zon, dinilai Yunarto seolah ia sedang menyebut, bahwa partai politik dan parlemen tengah alpa dalam menjalankan fungsinya.

“Karena di twit ini Anda menyiratkan partai dan parlemen nggak jalankan fungsi dengan baik,” imbuhnya.

Perlu diketahui, bahwa Fadli Zon memandang jika kehadiran KAMI adalah bagian dari gerakan masyarakat sipil yang ingin mengontrol jalannya roda pemerintahan, baik di eksekutif maupun legislatif.

“Selain membantu mengkritisi pemerintah, kehadiran KAMI juga turut membantu parlemen, juga partai politik, dalam hal otokritik,” tulis Fadli Zon hari ini.

Fadli Zon juga menyatakan jika memang benar parlemen dan partai politik bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya, maka gerakan yang dipimpin oleh Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo itu tidak akan muncul.

“Catatannya cukup jelas, jika parlemen dan partai politik kita menjalankan fungsinya, peka terhadap aspirasi masyarakat, melaksanakan fungsi check and balances terhadap kekuasaan, maka gerakan seperti KAMI ini sebenarnya tak akan muncul,” tandasnya.

Oleh karena itu, Fadli Zon menilai bahwa kehadiran KAMI sangat relevan untuk membantu perbaikan terhadap lembaga negara dan partai politik di mana ia pun bernaung di dalamnya.

“Kemunculan KAMI menunjukkan ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam fungsi parlemen, partai politik, pers dan institusi-institusi pilar demokrasi lainnya,” sambungnya. [NOE]

Pos terkait