Jadi Presiden Lewat Partai Politik, Bukan Kumpul Bikin Gerakan Neko-neko

  • Whatsapp
20200528 115604
Nanang Priyo Utomo (Direktur Eksekutif LPBI Nahdlatul Ulama Kabupaten Madiun)

Inisiatifnews.com- Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nanang Priyo Utomo meminta publik tak meremehkan anak muda yang memiliki mimpi besar menjadi pemimpin Indonesia. Salah satunya Giring Ganesha Djumaryo, kader PSI yang mendeklarasikan diri lewat berbagai baliho siap menjadi Presiden 2024.

“Melalui billboard di berbagai titik, PSI mengajak pada siapapun yang ingin jadi presiden untuk berterus terang kepada rakyat,” kata Nanang dalam keterangannya kepada Inisiatifnews.com, Sabtu (29/8).

Bacaan Lainnya

Selain Giring, ada juga anak muda dari Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kata Nanang, pastinya banyak yang tidak yakin dengan cita-cita dua anak muda ini. Ditambah, perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2019 hanya 7,77 persen. Apalagi PSI, kursi saja tak punya.

Tetapi, selemah apapun modal politik mereka, dua pemuda ini sudah memilih track yang benar. Bercita-cita menjadi presiden dengan ikhtiar melalui partai politik maupun menjadi Ketua Partai Politik.

“Justru yang aneh itu kalau ada orang pingin jadi presiden, mengumpulkan orang banyak, lalu bilang kalau kumpulnya jadi partai politik dia akan keluar. Lha terus maunya dia itu jadi presiden lewat jamaah yasinan apa lewat arisan RT?” sindirnya.

Mereka yang sebenarnya lebih senior mestinya belajar pada dua anak muda ini.

“Kalau berpolitik, berpolitik sajalah nggak usah pake bungkus yang neko-neko. Tidak perlu mbulet dengan membuat koalisi ini itu, gerakan A gerakan B. Menyebar narasi aneh-aneh ujung ujungnya pingin nyapres. Lebih baik kita bertemu di arena 2024,” pungkasnya. (INI)

Pos terkait