Muannas Alaidid : Harusnya Pembawa Label HTI Ditangkap

  • Whatsapp
Muannas Alaidid
Muannas Alaidid.

Inisiatifnews.com – CEO Cyber Indonesia menilai seharusnya siapapun orangnya ketika masih memakai grand Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) harus ditangkap.

Hal ini jika melihat adanya putusan Mahkamah Konstitusi membatalkan kasasi HTI atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Nomor 27 K/TUN/2019.

Bacaan Lainnya

“Mestinya mereka ditangkapi setelah Mahkamah Agung resmi menguatkan putusan pembubaran HTI dan paham khilafahnya yang dinilai bertentangan dengan Pancasila,” kata Muannas, Sabtu (29/8/2020).

Ia juga menyatakan bahwa jika merujuk juga terhadap adanya putusan PTUN tersebut, maka siapapun tidak boleh menyandangkan dirinya dengan label apapun yang berkaitan dengan HTI, termasuk Ismail Yusanto yang dinilai masih konsisten menyebut diri sebagai juru bicara HTI.

“Setiap orang atau pengurus mutlak sudah dilarang UU saat putusan dibacakan, baik menyandang nama HTI dengan istilah jubir atau apapun dan dalam situasi apapun, tidak boleh,” tegasnya.

Selain itu, advokat ini pun meminta agar negara terhadap organisasi transnasional itu yang dianggap masih bermanuver di Indonesia. Apalagi beberapa negara termasuk negara Jiran, Malaysia juga tegas terhadap organisasi bentukan partai asal Palestina itu.

“Mereka harus ditindak tegas dan ditangkap karena ada ancaman pidana termasuk menyebarkan paham yang nyata-nyata bertentangan dengan Pancasila, seperti yang dilakukan di banyak negara bahkan negara Islam,” tutupnya.

Ismail Yusanto dilaporkan ke Polisi gara-gara label jubir HTI

Perlu diketahui, bahwa Mantan Ketua DPD HTI Bangka Belitung Ayik Heriansyah melaporkan Ismail Yusanto ke Polda Metro Jaya lantaran masih mengklaim diri sebagai juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kemudian, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan akan menyelidiki lebih lanjut.

“Laporan sudah kita terima, ini akan kita dalami dulu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya, Jumat (28/8/2020) malam.

Yusri mengatakan, Ismail Yusnanto dilaporkan atas dugaan pelanggaran tindak pidana di bidang ormas dan atau UU ITE dan atau turut campur dalam perkumpulan dengan maksud melakukan kejahatan yang membahayakan keamanan negara, sebagaimana tertuang dalam UU No 16 Tahun 2017 tentang Ormas Pasal 82A Ayat (2) juncto Pasal 59 Ayat (4) Poin (b) & (c) dengan ancaman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara, UU No 16 Tahun 2017 tentang Ormas, Ismail Yusanto juga bisa dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) Juncto Pasal 45A Ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 169 KUHP.

Dan sebelum menindaklanjutinya ke proses hukum, pihaknya akan mempelajari laporan terlebih dahulu. Polisi akan memanggil pelapor hingga terlapor untuk menyelidiki laporan tersebut.

“Pelapor selaku masyarakat Indonesia, menerangkan bahwa tanggal 26 Agustus lalu pelapor lihat di beberapa medsos, di mana terlapor mengatakan dan mengaku dirinya dari HTI. Padahal dia diketahui menurut pelapor, HTI telah dibubarkan oleh MA,” imbuhnya.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait