Klarifikasi Wapres, Sertifikasi Halal Tak Hambat Produksi Vaksin Covid-19

  • Whatsapp
Cak duki
Juru bicara wakil presiden, KH Masduki Baidlowi.

Inisiatifnews.com – Di media pers dan media sosial, sebagian masyarakat khawatir, proses sertifikaski halal vaksin Covid-19 dapat menghampat kecepatan produksi dan distribusi vaksin, sehingga memperlambat efektivitas penanganan dampak pandemi.

Jubir Wapres, K.H Masduki Baidlowi memastikan, K.H Ma’ruf Amin terus memastikan hal ini tidak terjadi.

Bacaan Lainnya

Wapres pun langsung memimpin rapat yang dihadiri Direksi Bio Farma, Wakil Menag, Kepala BPJPH Kemenag, Staf Khusus Meneg BUMN, Direktur LPPOM MUI, Sekretrais Komisi Fatwa MUI, pada Kamis (27/8) lalu.

“Dalam rapat itu, Wapres minta semua stake holders sertifikasi halal (BPJPH, LPPOM, Komisi Fatwa) proaktif menjemput bola, bukan pasif menunggu bola,” kata Cak Duki, sapaan akrab K.H Masduki Baidlowi dalam keterangannya, Senin (31/8).

Langkah demikian, lanjut Cak Duki, untuk memastikan vaksin Covid-19 yang sedang diuji klinis Bio Farma, benar-benar memenuhi standar halal, dengan proses yang cepat dan akurat.

Wapres, kata Cak Dumi, menekankan proses pemeriksaan pemenuhan standar halal vaksin harus berjalan seiring dengan tahapan uji klinis dan produksi, sehingga tidak mengganggu jadwal vaksinasi.

“Digelarnya rapat yang melibatkan berbagai stake holders halal itu sendiri memperlihatkan langkah antisipatif Wapres, agar kekhawatiran bahwa sertifikasi halal akan menghambat jadwal vaksinasi, tidak terjadi,” tambahnya.

Cak Duki menambahkan, selain memastikan proses halal tidak menghambat uji klinis, produksi, dan distribusi vaksin, Wapres juga memastikan, vaksin yang beredar jangan sampai belum bersertifikat halal.

“Hal itu bisa menimbulkan gejolak di masyarakat yang concern pada status halal vaksin. Pesan Wapres, jangan sampai, problem pandemi ini diperkeruh oleh polemik kehalalan vaksin,” terang Ketua Bidang Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Ketika dilapori bahwa ada juga rencana pembelian vaksin dari Uni Emirat Arab, Wapres menandaskan, agar status halal vaksin itu dimonitor BPJHP, LPPOM dan Komisi Fatwa.

Jangan sampai, sudah dipesan dalam jumlah besar, tapi status halalnya masih diperdebatkan. Bahwa itu diproduksi di Arab, tidak cukup menjadi dalil, statusnya telah memenuhi standar halal.

Cak Duki menambahkan, komisi Fatwa MUI langsung menindaklanjuti arahan Wapres tentang perlunya kecepatan dalam pemenuhan standar halal vaksin, dengan menyiapkan tim pendampingan bagi Bio Farma, untuk pemeriksaan terpenuhinya standar halal produk.

Dalam rapat tersebut, Bio Farma juga memastikan komitmen kuat untuk memenuhi standar halal dan mengikuti mekanisme sertifikasi halal yang berlaku.

“Jadi, tidak benar, anggapan di sebagian masyarakat, bahwa Bio Farma berjalan sendiri dalam pemenuhan standar halal vaksin,” terangnya lagi.

Wapres pun meminta masyarakat tidak khawatir terhadap sistem jaminan produk halal yang diberlakukan pada vaksin Covid. Baik aspek validitas pemenuhan standar halalnya, maupun aspek kecepatan prosesnya. (INI)

Pos terkait