Qodari Harap Pemerintah Fokuskan Anggaran di 3 Sektor Ini

  • Whatsapp
M Qodari
Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari.

Inisiatifnews.com – Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menyarankan agar pemerintah pusat memfokuskan anggaran negara untuk tiga sektor berjalan.

“Prioritas pemerintah harus diturunkan ke 3 bidang saja, kesehatan, pertanian/kedaulatan pangan, informasi teknologi/kedaulatan infrastruktur digital,” kata Qodari dalam diskusi online yang digelar oleh Ikatan Jurnalis UIN Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Qodari, pemerintah harus benar-benar memperhatikan dan membantu persoalan di rumah sakit, khususnya untuk masalah fasilitas kesehatan.

“Fasilitas kesehatan dan rumah sakit harus ditingkatkan,” ujarnya.

Kemudian, ia juga menyebut bahwa di tengah pandemi COVID-19 ini, sektor pertanian masih dianggap sektor yang mampu menyerap tenaga kerja.

“Kalau pemerintah serius di sini maka pemerintah membantu banyak orang,” ucapnya.

Cara membantu sektor pertanian adalah dengan memberikan subsidi bagi pertumbuhannya. Jika sektor ini diurus dengan benar dan tepat, maka persoalan kedaulatan pangan nasional bisa diatasi dengan baik. Begitu juga akan membantu menyerap tenaga kerja.

“Sektor pertanian disubsidi maka 40-50 persen tenaga kerja bisa diserap di sektor pertanian kalau ini disubsidi oleh pemerintah,” jelasnya.

Selanjutnya persoalan akses internet. Bagi Qodari, ke keberadaan teknologi informasi ini akan sangat efektif ketika disikapi dengan serius oleh pemerintah. Di mana jangkauan akses internet yang stabil meraka di seluruh pelosok Indonesia. Salah satunya adalah untuk sarana sosialisasi protokol kesehatan, sehingga masyarakat patuh.

“Sosialisasi protokol covid, penggunaan masker untuk menahan penularan, hukuman atau phinalty yang langgar protokol covid,” imbuhnya.

Jika tiga sektor ini disikapi dan dijalankan dengan baik oleh pemerintah, maka ia yakin dampaknya akan sangat positif bagi Indonesia, khususnya di dalam menyikapi kendala-kendala nasional karena dampak COVID-19.

“Kalau semua ini jalan maka masyarakat akan positif. Banyak orang akan investasi dan sebagainya,” tuturnya.

“Masyarakat menengah ke atas itu sebetulnya masih pegang duit tapi mereka belum mau keluar uang saja karena tidak ada kepastian, mana ada orang mau investasi kalau tidak ada kepastian,” tambahnya.

Terakhir, Qodari menjelaskan bahwa dalam kelangsungan hidup seseorang, berlaku konsep hirarki kebutuan maslow. Sebuah psikologi yang dikemukakan oleh Abraham Maslow untuk memotret motifasi seseorang untuk hidup.

Teori ini bisa dijadikan rujukan kepada pemerintah dan stakeholder untuk memotret sisi mana yang sebetulnya krusial untuk disikapi dan dibereskan di tengah pandemi yang menyerang hampir seluruh belahan dunia itu.

“Ada konsep hirarki maslow. Yang utama adalah kebutuhan makan dan minum harus terpenuhi, ketika sudah terpenuhi maka maka kebutuhan selanjutnya adalah keamanan, selanjutnya adalah kebutuhan harga diri dan puncaknya adalah kebutuhan aktualisasi diri,” papar Qodari. [NOE]

Pos terkait