ICW : Problem Terbesar Demokrasi Ada di Parpol

  • Whatsapp
donal fariz
Aktivis anti-korupsi Indonesia dan Peneliti Hukum pada Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan, Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz.

Inisiatifnews.com – Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz mengatakan bahwa problem terbesar yang dihadapi di dalam proses pemilu ada pada Partai Politik (Parpol).

“Problem terbesar atau daya rusak yang sangat besar dari demokrasi ada di elit politik. Anehnya elit politik kita, tuding masyarakat sebagai biang masalah pilkada langsung. Ini kegiatan saling tunjuk-tunjukan,” kata Donal, Sabtu (5/9/2020).

Bacaan Lainnya

Apabila ada masalah dalam konteks berjalannya pemilu, maka yang harus dievaluasi pertama adalah parpol.

“Maka hemat saya, yang paling dievaluasi adalah partai politik dulu baru ke kandidat dan masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Donal, bahwa bulan-bulan ini akan ada banyak potensi transaksi politik terjadi di Parpol. Hal ini mengingat para kandidat calon kepala daerah sedang kasak-kusuk untuk mendapatkan secarik kertas rekomendasi dari partai politik.

“Bahwa dua minggu ini adalah paling kasak-kusuk orang melakukan transaksi politik, di mana parpol sedang memberikan rekomendasi ke kandidat tertentu,” kata Donal.

Namun ia menyayangkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun cenderung senyap, dan tak banyak berbicara soal pencegahan praktik-praktik politik uang ini.

“KPK juga sangat sepi dalam proses pencegahan dan penindakan, sangat jarang KPK mewanti-wanti agar tidak ada mahar politik dalam pencalonan karena ada implikasi korupsi. Saya rasa para pimpinan KPK sedang sibuk sama sidang etik,” tandasnya.

Maka dalam Pilkada 2020 ini, Donal menduga kuat transaksi uang dalam penentuan calon Kepala Daerah sangat masif.

“Hipotesa saya, candidate buying atau mahar sangat mungkin terjadi karena melihat potensi besar saat KPK kehilangan taring untuk menangani korupsi kepala daerah,” ucapnya. [RED]

Pos terkait