PPJNA 98 Nilai Penentuan Kapolri Pengganti Idham Jadi Kunci Sukses Penuntasan Covid-19

  • Whatsapp
polri hari bhayangkara
Polri.

Inisiatifnews.com – Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Abdul Salam Nur Ahmad mengatakan bahwa salah satu kunci kesuksesan penanggulangan pandemi Covid-19 adalah penentuan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang tepat, setelah Jenderal Polisi Idham Azis selesai masa jabatannya pada bulan Januari 2021 mendatang.

“Presiden Jokowi dalam menentukan dan mengangkat Kapolri yang baru harus benar-benar tepat, jangan sampai salah karena salah satu kunci sukses dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata Abdul Salam dalam keterangannya kepada Inisiatifnews.com, Sabtu (5/9/2020).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Salam, Presiden tengah terus bekerja dengan totalitas untuk menggerakkan semua sektor dan lapisan masyarakat agar bersatu padu bergotong royong melawan Covid-19, tentunya harus didukung dengan kekuatan yang total dari jajarannya.

“Presiden jangan dibiarkan bekerja sendiri, jajaran kabinet, panglima TNI, Kapolri. Semua harus total dan loyal mendukung semua langkah kebijakan Presiden dalam menghadapi Covid-19 dalam upaya pemulihan perekonomian nasional akibat Covid-19,” ujarnya.

Salam pun mengharapkan agar pemilihan Kapolri baru tidak hanya didasari atas dasar kedekatan personal saja. Apalagi mereka yang justru sedang tersandra dengan elite atau konglomerat tertentu.

“Dalam penentuan Kapolri ke depan jangan atas dasar kedekatan dengan siapapun, atau gank siapapun, atau kelompok manapun. Jangan sampai Kapolri ke depan ditekan oleh kepentingan dengan dalih memiliki utang budi atau balas jasa pada kelompok tertentu,” tandasnya.

Apalagi, Kapolri pengganti Idham jangan sampai justru adalah orang yang merupakan bagian dari mafia dan konglomerat jahat.

“Dan Kapolri ke depan jangan sampai merupakan bagian dari mafia atau konglomerat hitam,” imbuhnya.

Oleh karena itu, aktivis 98 ini pun berharap agar sosok orang yang akan menduduki kursi di pucuk pimpinan korps Bhayangkara harus orang yang tepat dan memiliki integritas yang tinggi.

“Calon Kapolri ke depan harus harus benar-benar jujur, berkualitas, merakyat, sederhana, beprestaai sangat mengedepankan profesionalisme dalam melakukan penegakkan hukum dan melindungi serta mengayomi masyarakat,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada bulan Januari 2021 mendatang. Menjelang masa pensiun itu, jenderal polisi bintang empat ini pernah menyampaikan pesan kepada para jajaran di bawahnya untuk menjaga kekompakan dan integritas yang tinggi dalam mendedikasikan diri sebagai aparat.

“Sesuai dengan Presiden, marilah kita jaga solidaritas internal kita dengan baik. Jangan SMS, senang melihat teman susah dan susah melihat teman senang,” kata Idham Azis saat merayakan HUT ke-74 Bhayangkara di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020) lalu. [NOE]

Pos terkait