Deklarator KAMI : Kita Gak Suka Lawan Pemerintah yang Baik

  • Whatsapp
Rochmat Wahab
Guru Besar Ilmu Pendidikan UNY, Prof Rochmat Wahab.

Inisiatifnews.com – Salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Prof Rochmat Wahab menyatakan bahwa pihaknya sangat tidak mempermasalahkan pemerintah yang baik. Yang ia masalahkan saat ini adalah oknum di pemerintahan yang tidak baik.

Karena menurut Rochmat, sebetulnya yang menjadi persoalan adalah oknum pemerintahan yang tidak baik dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemerintah. Sebab ia meyakini tidak semua orang-orang yang ada di pemerintahan itu jelek semua.

Bacaan Lainnya

“Kita ini makar pada kedholiman, bukan makar kepada orang yang baik. Kita nggak suka melawan pemerintah yang baik, kita tidak suka,” kata Rochmat Wahab dalam deklarasi KAMI Jabar, di kediaman Jumhur Hidayat, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/9/2020).

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) periode 2009-2017 itu menyatakan bahwa keberadaannya di KAMI tidak hanya sekedar memberikan kritikan kepada pemerintah saja, melainkan bagaimana ikut berkontribusi memberikan masukan dan solusi untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa dan negara. Sehingga perjuangannya di KAMI memiliki nilai yang konstruktif.

“Kita tidak hanya mengkritisi tapi kita carikan solusi,” tegasnya.

Di sisi lain, pria kelahiran Jombang Jawa Timur itu merefleksikan perjuangan umat Islam di era penjajahan kolonial Belanda. Di mana basis umat Islam membangun kekuatan ada di pesantren-pesantren. Bahkan pesantren saat itu dibangun dari daerah-daerah. Dan ini adalah salah satu kunci kekuatan umat Islam dan bangsa Indonesia solid dan kuat melawan penjajah.

“Islam itu membangun kekuatan melalui pondok pesantren, bukan di kota-kota besar tapi di daerah, para kiai kita membangun kekuatan di sana. Dengan kekuatan itu maka kita bisa melawan penjajah,” paparnya.

Oleh karena itu, ia pun berharap agar organisasi Islam yang ada di Indonesia khususnya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) agar tidak sampai berbeda kongsi dan berpecah belah satu sama lainnya. Karena menurut Rochmat, sebetulnya kekuatan umat Islam ada di persatuan dan kesatuannya.

“NU dan Muhammadiyah menyatukan diri tidak boleh pecah-pecah. Ini akan jadi kekuatan untuk melawan komunis,” tandasnya. [RED]

Pos terkait