Jerry Massie : Masa Pandemi COVID-19, KPU Harus Antisipasi Klaster Pilkada

  • Whatsapp
jerry massie
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie. [foto : Istimews]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tengah pandemi Covid-19 yang dilaksanakan secara serentak di beberapa daerah di Indonesia berpotensi timbulnya klaster baru Covid-19.

Begitu pula tuturnya, ketidakpatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan terjadi khususnya di saat pasangan calon kepala daerah melakukan deklarasi dan mendaftarkan diri ke KPU maupun di saat berkampanye, sehingga menjadi magnet timbulnya kerumunan massa yang cukup banyak.

Bacaan Lainnya

“Hal inilah yang berdampak terjadinya klaster-klaster baru coronavirus. Apalagi kasus positif Covid-19 di Indonesia tercatat sampai di bulan September hampir menembus angka 200 ribu kasus,” kata Jerry dalam siaran persnya yang diterima Inisiatifnews.com, Kamis (10/9/2020).

Disampaikan Jerry, KPU maupun pemerintah sudah membuat aturan Pilkada di masa pandemi Covid-19, namun tak bisa dipungkiri magnet massa para pendukung tak bisa dihindari.

Jika demikian, seharusnya pemerintah membuat PKPU berikut dengan sanksi yang tegas agar menjadi perhatian penting bagi siapapun, bahwa betapa protokol kesehatan adalah hal mutlak untuk menekan potensi munculnya klaster baru itu.

“Apabila salah satu Paslon melanggar protokol kesehatan dibuatlah sanksi tegas yaitu tidak dapat mengikuti pencalonan. Minimal buat sanksi yang tegas untuk efek jera,” ucapnya.

Selanjutnya, kepada masyarakat lain yang tak mengenakan masker saat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak bisa menyalurkan hak suaranya sampai dia mengenakan masker.

“Untuk mengantisipasinya protokol kesehatan, perlu diperketat dan kalau perlu tak pakai masker dilarang memilih,” tandasnya.

Mantan peneliti Komite Pemilih Indonesia ini juga mengatakan, bahwa di saat pemungutan suara digelar di TPS harus dipisahkan, yakni antara TPS zona merah dan TPS zona hijau. Cara ini juga dinilai bisa dijadikan langkah pendukung untuk menutup kemungkinan adanya kasus baru.

“Jika perlu di rumah sakit dibuat bilik TPS dikhususkan untuk pasien yang sedang menjalani masa karantina,” papar Jerry. [RED]

Pos terkait