Saran Pengamat, Hukuman Pelanggar Protokol Kesehatan, Denda Atau Kurungan

  • Whatsapp
Stanislaus Riyanta
Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta sangat sepakat adanya hukuman bagi para pelanggar protokol kesehatan, khususnya di tengah situasi pandemi COVID-19 yang masih belum usai di Indonesia.

“Saya setuju adanya penegakan disiplin protokol kesehatan selama pandemi Covid-19,” kata Stanislaus, Minggu (13/9/2020).

Bacaan Lainnya

Hanya saja, ia tak sepakat ketika penegakan disiplin protokol kesehatan dilakukan dengan sekedar melakukan gimik, seperti halnya dengan dimasukkan ke dalam peti mati dan difoto.

Bagi Stanislaus, justru cara penegakan disiplin protokol kesehatan semacam itu tidak efektif, dan malah membuat harga diri negara jatuh.

“Tetapi tidak dengan cara lucu-lucuan seperti masuk peti mati lalu nyengir dan difoto, itu justru menambah kerumunan dan jadi bahan olok-olok yang merendahkan wibawa pemerintah,” ujarnya.

Doktor Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia (UI) itu menilai, bahwa hukuman yang paling efektif untuk mendisiplinkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan hanya ada dua. Denda atau penjara.

“Jika ada yang melanggar cukup dua pilihan hukuman denda dalam jumlah besar atau hukuman kurungan,” tegasnya. [NOE]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait