Jimly Sentil Boy Rafli Soal Status Gila Penusukan Syekh Ali Jaber

  • Whatsapp
jimly
Jimly Asshiddiqie. [foto : istimewa]

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menegur Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Menurutnya, seharusnya Boy Rafli tidak perlu memberikan pembelaan terhadap status gila yang sempat disematkan kepada pelaku penusuk Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung hari Minggu (13/9) sore kemarin.

Bacaan Lainnya

“BNPT jangn jadi pembela ataupun pemutus, biarlah tugas advokat yang membelanya di pengadilan dan hakim yang memutus apakah pelaku kejahatan gila atau tidak,” kata Jimly, Selasa (15/9/2020).

Sebelumnya, Komjen Pol Boy Rafli Amar menyampaikan, bahwa Alfin Andrian (24), pelaku penikam Syekh Ali Jaber memang memiliki riwayat gangguan jiwa. Menurut Boy, informasi ini digali dari berbagai sumber di lingkungan keluarga Alfin.

Bahkan ia juga mengatakan jika Alfin pernah dibuktikan lewat hasil pemeriksaan rumah sakit Rumah Sakit Kemiling, Lampung, pada tahun 2016 silam.

“Jejak digital dari yang terkait saudara Alfin Andrian, sementara dari beberapa saksi yang telah disampaikan atau berhasil kita himpun memang ada informasi yang menyatakan terutama dari pihak lingkungan dan keluarga bahwa yang bersangkutan selama lima tahun terakhir ini telah mengalami semacam gangguan jiwa,” kata Boy dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (15/9).

Hanya saja, mantan Kapolda Papua itu mengatakan, bahwa pihaknya pun tidak begitu mempercayai informasi tersebut begitu saja.

“Tentu kita tidak percaya begitu saja. Kita telah bersama aparat penegah hukum untuk pendalaman lebih lanjut terutama berkaitan masalah apakah yang bersangkutan benar-benar gila atau pura-pura gila,” tandasnya.

Dan saat ini, Alfin Andrian sedang dilakukan pemeriksaan kejiwaan oleh tim dokter untuk membuktikan, apakah pemuda 24 tahun itu benar mengalami gangguan kejiwaan atau tidak.

“Ini sedang kita lakukan dengan pemeriksaan psikologi dan psikiatri,” tutupnya. [RED]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait