Penusuk Syekh Ali Jaber Dijerat Hukuman Mati

  • Whatsapp
Argo Polri
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Inisiatifnews.com – Insiden penusukan Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung pada hari Minggu (13/9) sore lalu telah menyedot perhatian banyak kalangan. Dan Polri pun didesak oleh semua kalangan agar menjerat pelaku dengan hukuman setimpal.

Melalui siarannya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, bahwa Polri telah menetapkan pelaku penyerangan Syekh Ali Jaber sebagai tersangka pembunuhan berencana hingga kepemilikan senjata tajam ilegal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Dan hukuman yang dijeratkan adalah hukuman mati atau penjara paling ringan selama 20 tahun.

Bacaan Lainnya

“Ancaman hukumannya hukuman mati, atau hukuman seumur hidup. Paling ringan 20 tahun, ini untuk ancaman pasal yang dikenakan daripada tersangka A,” kata Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Kasus ini sudah ditangani oleh pihak penyidik dari Polresta Bandar Lampung. Dan saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dengan diserahkannya Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung mulai hari Selasa kemarin.

Surat dengan Nomor SPDP/228 IX/2020/Reskrim kepada Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, disebutkan bahwa tersangka dijerat melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan berencana dan penganiayaan.

Tertera bahwa tersangka Alfin Andrian (24) dikenakan pasal 340 KUHPidana jo Pasal 53 KUHPidana Subsider Pasal 338 KUHPidana jo Pasal 53 KUHPidana subsider Pasal 351 ayat (2) KUHPidana dan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“(Tersangka) masih di dalam sel dan sedang dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh penyidik,” ujar Argo.

“Polisi serius dalam menangani kasus tersebut,” tandas dia.

IMG 20200913 WA0047
Alfin Andrian (24), pelaku penyerangan Syekh Ali Jaber di Kota Bandar Lampung pada hari Minggu (13/9) sore hari.

Sejauh ini, kata Argo, sudah ada 13 orang saksi yang diperiksa penyidik terkait kasus penusukan dai kondang itu. Saksi yang diperiksa meliputi keluarga, pihak-pihak yang berada di TKP, kemudian panitia penyelenggara kegiatan.

IMG 20200913 213640
Detik-detik pria penusuk Syekh Ali Jaber (lingkaran merah) saat merangsak ke panggung.

Perlu diketahui, bahwa Syekh Ali Jaber diserang saat mengisi tausiyah berjudul “Memperbaiki Hati” di Masjid Falahuddin Kota Bandar Lampung, Minggu (13/9).

Acara itu diketahui berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Sekitar 15 menit kegiatan berlangsung, Syekh Ali Jaber kemudian melakukan interaksi dengan para jemaah yang hadir. Dia bahkan sempat ingin meminjam ponsel untuk digunakan berfoto.

Di momen itulah, Alfin Andrian tiba-tiba menghampiri dari sisi kanan Syekh Ali Jaber dan mencoba menusuknya.

Melalui video yang diunggahnya di Youtube, Syekh Ali mengatakan bahwa dirinya sempat mengangkat tangan ke dekat leher. Menurutnya, tusukan yang ia terima saat itu cukup kuat dan keras. Kendati demikian, Syekh Ali Jaber bersyukur bahwa tusukan itu tidak terkena di lehernya, melainkan hanya terkena di tangannya saja.

Alhamdulillah di tangan bukan di leher, sampai patah pisaunya, saya sendiri yang lepaskan pisaunya dan sudah patah di dalam saya keluarkan,” tuturnya. []

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait