Ulil Abshar Abdalla: Tunda Sowan ke Rama Kiai

  • Whatsapp
Ulil Abshar
Ulil Abshar Abdalla.

Inisiatifnews.com – Cendekiawan muslim yang juga menantu kiai terkemuka sekaligus kiai khos Nahdlatul Ulama K.H Mustofa Bisri (Gus Mus), Ulil Abshar Abdalla mengimbau masyarakat dan khususnya para santri untuk bersabar sowan kepada kiai-kiai di tengah pandemi Corona Covid-19 yang semakin menggila.

Ulil pun bercerita, dia sudah kehilangan sejumlah orang terdekatnya karena virus ini.

Bacaan Lainnya

“Malam ini saya mendapat kabar duka yang amat menyayat hati. Bulik saya, Bu Nyai Ishmah Ulinnuha, isteri dari Kiai Ulinnuha Arwani, pengasuh pesantren tahfidz yang besar di Kudus, Yanbu’ul Qur’an, wafat. Saya sedih luar biasa,” kata Ulil dalam keterangannya Sabtu (19/9).

Bu Nyai Ishmah, kata Ulil, wafat karena Covid-19. Dalam beberapa hari ini, Bu Nyai Ishmah dan Kiai Ulinnuha dirawat di sebuah RS di Semarang.

“Alhamdulillah, kondisi Kiai Ulinnuha sudah membaik dan kita doakan beliau sembuh total dari virus ini. Tetapi, yang menyedihkan, Bu Nyai Ishmah tidak tertolong,” sebutnya.

Berita ini menambah kesedihannya yang luar biasa karena dalam beberapa waktu terakhir ini, sejumlah kiai besar wafat karena virus Covid-19.

Selain itu, sudah ada sekitar 25 pesantren yang menjadi kluster penyebaran Covid-19, demikian menurut data dari RMI, ikatan pondok-pondok di lingkungan NU, beberapa waktu lalu. Ulil pun khawatir, jumlahnya makin bertambah sekarang.

Dia menilia, kondisi ini sudah gawat dan menuntut kita untuk semakin hati-hati. Oleh karenanya, Ulil meminta santri dan masyarakat menghentikan sementara kegiatan sowan dan ziarah ke ndalem para rama kiai.

“Setiap hari, Gus Mus rutin jalan kaki, dan selalu menggunakan masker. Tamu yang akan sowan ke beliau untuk sementara di-stop. Hanya dalam kasus yang amat jarang, beliau menerima tamu, tentu dengan protokol yang ketat. Jika kita benar-benar mencintai dan menyayangi para kiai dan masyayikh, maka wujud kecintaan kita itu adalah dengan menghentikan sementara kegiatan sowan kepada beliau. Tunda sowan kiai sampai keadaan normal,” imbaunya.

Sebab, umumnya, para masyayikh dan kiai ini sudah sepuh, dan tentu saja sangat rentan untuk tertular virus ini. Sementara yang sowan para kiai ini sebagian besar adalah orang-orang yang masih cukup muda usianya. Sehingga bisa saja mereka ini adalah pembawa virus dengan tanpa gejala alias OTG.

Akan tetapi, jika karena keadaan yang memaksa kita bertemu dengan rama kiai, sebaiknya jangan berjabat tangan, apalagi cium tangan.

“Saya tahu, keinginan para santri mencium tangan kiai sangat besar, tetapi jika kita benar-benar menyayangi kiai, hentikan kegiatan mencium tangan kiai untuk sementara waktu,” imbaunya lagi.

Selanjutnya, Ulil meminta menghentikan atau mengurangi untuk sementara waktu acara-acara yang mengundang keramaian dan berkumpulnya para jamaah. Dikatakannya, acara walimah pernikahan tetap bisa dilaksanakan, tetapi jangan mengundang rama kiai dan bu nyai, untuk sementara waktu.

“Untuk tabarrukan, cukup diberikan kabar saja kepada beliau seraya meminta doa dan pangestu. Kebiasaan baru ini harus kita jalankan sampai beberapa bulan, mungkin bahkan setahun mendatang, hingga keadaan benar-benar normal dan kurva Covid-19 melandai di Indonesia,” tandasnya.

Untuk para santri yang kebetulan sudah balik ke pesantren, tambah Ulil, mereka harus dijaga dengan ketat, dengan menerapkan protokol kesehatan yang standar. Sebaiknya, pesantren tidak mengisi ruangan yang tersedia secara penuh. Jika bisa, diusahakan, kapasitas dikurangi hingga separoh atau malah lebih rendah lagi, sehingga memungkinkan adanya jaga jarak.

“Keadaan pandemi di negeri kita dalam minggu-minggu ini sedang dalam kondisi yang amat memburuk. Kita harus ikhtiar sebaik dan semampu mungkin untuk menghindarkan diri dari pandemi ini. Selebihnya, kita serahkan kepada Allah,” pungkas Ulil. (FMM)

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait