Buka Konbes NU 2020, Wapres Harap NU Kuasai Teknologi Digital

  • Whatsapp
IMG 20200923 WA0021
Wapres K.H Ma'ruf Amin didampingi Jubir K.H Masduki Baidlowi saat membuka Konbes NU 2020 dari kediaman dinasnya, Jakarta, Rabu (23/9).

Inisiatifnews.com – Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) menjadi organisasi perintis yang mengusung nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dalam dakwah dan perjuangannya.

Seiring dengan perkembangan zaman, NU dihadapkan dengan berbagai tantangan dan persaingan. Untuk itu, dalam menghadapi tantangan dan memenangkan persaingan tersebut, NU harus terus berinovasi.

Bacaan Lainnya

“Inovasi adalah kunci keberhasilan memenangkan persaingan saat ini,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) K.H Ma’ruf Amin saat membuka Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Tahun 2020 melalui konferensi video di Kediaman Dinas Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

Konbes NU 2020 digelar secara virtual di tengah pandemi Covid-19, hari ini Rabu 23 September 2020. Rais Aam PBNU K.H Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU K.H Said Aqil Siroj menyampaikan pidato pembukaan. Konbes ini juga diikuti jajaran PWNU se-Indonesia, baik pengurus harian maupun jajaran lembaga di lingkungan masing-masing.

Sementara mendampingi Kiai Ma’ruf di rumah dinasnya, nampak juru bicara Wapres K.H Masduki Baidlowi yang juga salah satu Wasekjen PBNU.

Lebih jauh Kiai Ma’ruf memaparkan tantangan-tantangan yang nantinya akan dihadapi NU. Pertama, penguasaan teknologi digital sebagai alat dakwah masa kini dan masa depan, misalnya dalam bentuk media sosial.

Meskipun sistem dakwah melalui teknologi digital dapat menjadi alternatif dakwah konvensional, menurut Wapres, saat ini NU masih terlalu sedikit dalam menggunakan metode dakwah dengan teknologi digital.

“Sistem dakwah melalui teknologi digital akan lebih efektif karena memungkinkan masyarakat untuk menyimak dakwah kapan saja, di mana saja, dan waktunya pun lebih fleksibel, terutama untuk generasi milenial dan generasi Z,” ungkap Kiai Ma’ruf.

Tantangan lainnya, tambah Wapres, adalah pentingnya membangun gerakan ekonomi warga NU, karena sektor ekonomi belum optimal dijalankan secara organisatoris.

“Selama ini yang dilakukan NU baru sebatas pertemuan-pertemuan (ijtima’at) dan keputusan-keputusan organisatoris (qaraaraat) tentang pengembangan ekonomi. Namun keputusan-keputusan tersebut belum ditindaklanjuti secara program dan agenda yang lebih riil dalam bentuk gerakan ekonomi warga,” ungkap Kiai jebolan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur ini.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait