Komisi I DPR Harap TNI Tetap Waspadai Potensi Kebangkitan PKI

  • Whatsapp
PKI dilarang.

Inisiatifnews.com – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha mengharapkan agar paham komunis tidak kembali muncul dan hidup di Indonesia.

Hal ini disampaikan Syaifullah mengingat TAP MPRS nomor 25 Tahun 1966 masih belum dicabut.

Bacaan Lainnya

“Kewaspadaan akan kembali munculnya PKI dan paham komunis di Indonesia masih perlu dilakukan selama TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 masih belum dicabut,” kata Syaifullah dalam siaran persnya, Rabu (30/9/2020).

Maka dari itu, ia meminta kepada TNI sebagai lembaga pertahanan negara tetap mewaspadai potensi apapun yang bisa menghidupkan kembali paham terlarang itu.

“TNI yang berfungsi sebagai lembaga pertahanan tetap harus memantau kemungkinan munculnya paham komunis,” ujarnya.

“Sebab, masalah ideologi bukan hanya masalah keamanan, namun juga pertahanan yang menjadi kewenangan TNI,” sambung Syaifullah.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI tersebut berharap agar sejarah kelam pemberontakan PKI dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S) itu tetap dijadikan patokan agar kasus serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Pemberontakan PKI harus diterima sebagai fakta sejarah. Pemberontakan ini tidak boleh terulang kembali, maka masyarakat perlu mengetahui tentang kekejaman yang pernah terjadi,” tandasnya.

Ia pun mengusulkan agar pemerintah membangun museum sejarah untuk mengingatkan kepada semua bangsa Indonesia, tentang sejarah kelam pemberontakan kelompok berpaham komunisme itu.

“Bahkan jika perlu dibangun museum kekejaman PKI dengan menggunakan bekas kantor CC PKI yang terletak di Jalan Kramat Raya Jakarta berseberangan dengan kantor PBNU,” usulnya. []

Pos terkait