PPJNA 98 Desak Polri Usut Tuntas Kasus Vandalisme di Musholla Tangerang

  • Whatsapp
anto
Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda.

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 1998 (PPJNA 98) Anto Kusumayuda menyayangkan aksi vandalisme yang dilakukan oleh seorang pria di salah satu Musholla di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Apalagi, tulisan di dalam vandalisme di Musholla Darussalam, Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang itu cenderung bermuatan provokatif.

Bacaan Lainnya

“Tak sedikit, tulisan tersebut pun menyulut emosi banyak pihak ditambah pengrusakan berbagai media ibadah di Musholla tersebut,” kata Anto, Rabu (30/9/2020).

Ia menduga kuat bahwa aksi tersebut memiliki jaringan dan bukan aksi tunggal. Apalagi di momentum saat ini yang cenderung memiliki tensi negatif yakni isu komunisme.

“Itu memberikan gambaran pesan misteri teror dan provokasi pada masyarakat dengan tujuan menggiring presepsi dan kemarahan bahwa yang melakukan aksi vandalisme itu bagian dari PKI,” ujarnya.

Apalagi menurut Anto, sejauh ini yang berkembang di sosial media, seolah aksi vandalisme yang terjadi di Tangerang itu ada kaitannya dengan pemerintahan Jokowi-Maruf. Perspektif dan narasi semacam itu menurut Anto adalah fitnah yang dibuat-buat.

“Diiringi dengan kompor propaganda untuk memperkuat bukti di lapangan menuduh serta memfitnah pemerintah yang seolah-olah pro PKI. Fitnah keji dan biadab,” imbuhnya.

Menurut aktivis 98 ini, ada dugaan bahwa aksi vandalisme tersebut justru adalah rekayasa kelompok yang tengah gencar mengangkat isu Komunisme di momentum 30 September ini.

“Logika terbalik, bahwa aksi vandalisme Musholla dan aksi teror perusakan sarana ibadah justru dilakukan oleh si pembuat skenario yang menghembuskan isu komunis, tujuannya untuk mematangkan situasi memancing kemarahan rakyat khususnya ummat Islam,” tandasnya.

Oleh karena itu, ia pun mendesak kepada Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk membongkar dugaan adanya sindikat di balik aksi tersebut.

“Kapolri harus menginstruksikan jajarannya menangkap, mengungkap jaringan aksi teror provokasi, aksi vandalisme Mushola, aksi teror pada ulama, yang akan mengadu domba memecah belah rakyat,” tutupnya.

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait