Karena Covid-19 Itu Nyata, Mahfud Ajak Semua Pihak Waspada

  • Whatsapp
IMG 20201004 WA0009
Mahfud MD dalam acara Sarasehan Ulama dan Tokoh Masyarakat di Pondok Pesantren Annuqayah, Kelurahan Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (4/10).

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut bahwa lebih dari 44 juta rakyat Indonesia sebenarnya kurang percaya dengan adanya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), meskipun banyak sekali kasus kematian karena virus tersebut.

“17 persen atau 44 juta rakyat Indonesia, tidak percaya Covid. Katanya covid tidak ada, itu isu politik dan orang jualan obat. Sementara Covid-19 itu ciri-cirinya jelas,” kata Mahfud MD dalam acara Sarasehan Ulama dan Tokoh Masyarakat di Pondok Pesantren Annuqayah, Kelurahan Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (4/10).

Bacaan Lainnya

Mahfud menyampaikan, orang yang terjangkit Covid-19 memiliki ciri tersendiri. Karena cirinya spesifik sehingga bisa dijelaskan bahwa keberadaan virus tersebut memang nyata.

Ia menyontohkan salah satu korban Covid-19 adalah istri dari sahabatnya sendiri.

“Kapolres di Probolinggo, dia istri dan anaknya kena Covid, di Sumenep, Probolinggo, di Amerika dan Eropa itu cirinya Covid jelas, tulang lemas, penciuman hilang, pegel-pegal. Ada memang yang tanpa gejala dan dia menyerang paru-paru,” jelasnya.

Karena serangan utama Covid-19 adalah sistem pernafasan manusia, maka ada ciri gejala yang akan timbul di dalam paru-paru korban, yakni produksi lendir yang sangat tinggi.

“Dan kalau paru-paru terserang, maka nafas sesak, dan kalau tidur gak bisa nafas. Ini yang saya dengar dari orang yang kena Covid dan bisa diselamatkan,” ujarnya.

“Covid gejalanya sama, bukan sakit biasa. Paru kalau kena Covid muncul lendir-lendir. Yang kritis itu hari ke 4, 5 dan 6, selebihnya bisa diselamatkan,” imbuhnya.

Bahkan kata Mahfud, korban Covid-19 yang meninggal sampai dengan saat ini secara nasional juga tidak sedikit. “Yang meninggal sekarang lebih dari 10 ribu untuk Indonesia,” tandasnya.

Dengan melihat gejalanya yang nyata sebagai bukti bahwa Covid-19 itu memang benar-benar ada, maka Mahfud pun mengajak kepada para pengasuh pondok pesantren, para ulama dan tokoh masyarakat ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar percaya dan waspada terhadap ancaman Covid-19 itu.

“Kesaksian di luar negeri gejalanya sama, nggak bisa nafas. Maka kita harus anggap dan terima secara keilmuan bahwa Covid-19 itu ada, secara ilmiah,” pungkasnya. (NOE)

Pos terkait