Mahfud MD: Pemerintah Akan Sediakan 110 Juta Vaksin Covid-19 Bulan Januari

  • Whatsapp
IMG 20201004 WA0012
Mahfud MD di Ponpes Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura, Minggu (4/10).

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof. Mohammad Mahfud MD mengatakan, pemerintah bersama seluruh pihak sedang berupaya keras mengeluarkan Indonesia dari situasi sulit pandemi Corona Covid-19 melanda. Salah satu upaya yang tengah ditempuh adalah pengadaan vaksin.

Pengadaan vaksin ini dikatakan Mahfud adalah bagian dari ikhtiar dzohir pemerintah agar masyarakat Indonesia setidaknya bisa kebal dari Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Usaha dzohir, ada dua, mencegah pakai vaksin, diberikan kepada orang yang belum terkena. Kedua pengobati pakai obat, pakai terapi,” kata Mahfud dalam acara Sarasehan Ulama Dan Tokoh Masyarakat di Pondok Pesantren Annuqayah, Kelurahan Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (4/10).

Mahfud menyatakan, vaksin sifatnya bukan untuk mengobati, melainkan untuk melakukan pencegahan agar antibodi sudah kebal dari serangan Covid-19 ketika masuk ke dalam tubuh.

Vaksinasi Covid-19 ini menurut Mahfud sama dengan vaksinasi cacar yang pernah ada dan sampai saat ini masih dilakukan, sehingga anak-anak yang sudah divaksin cacar pun tidak akan terkena penyakit tersebut.

Rencananya, pemerintah akan menggenjot pengadaan vaksin Covid-19 hingga 110 juta pieces sampai bulan Januari 2021 mendatang.

“Ada perkiraan bulan Desember atau Januari sudah ditemukan vaksin walau masih ada beberapa yang mempersoalkan, Bulan Desember 10 juta kita akan impor, Januari 110 juta akan disuntikkan ke masyarakat,” ujarnya.

Walaupun demikian, Mahfud MD tetap menegaskan bahwa sampai detik ini, vaksin yang paling ampuh tetap menjalankan protokol kesehatan. Dengan patuh protokol kesehatan, masyarakat semakin terlindungi dari tertular Covid-19 dari orang lain.

Salah satu protokol kesehatan yang bisa diterapkan masyarakat adalah dengan menjaga jarak aman. Kondisi ini untuk menghindari droplet.

“Tapi sebelum ada vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat, ada upaya mencegah yakni melakukan protokol kesehatan. Jaga jarak, jarak antara dua meter paling tidak 1,5 meter, jangan kurang dari itu,” tuturnya.

“Virus Corona terlontar dari mulut ketika dia ngomong, kalau dia (covid-19) keluar nggak sampai 1,5 meter dia udah jatuh. Oleh sebab itu jaga jarak seperti ini. Kita rewel ke Kiai A’la (pengasuh Ponpes Annuqayah -red), pokoknya kita harus jaga jarak, ini sudah bagus,” imbuh Mahfud sembari mengapresiasi pihak Ponpes Annuqayah yang menggelar acara dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kemudian, salah satu yang penting di dalam protokol kesehatan adalah menjaga kebersihan yakni dengan selalu mencuci tangan dengan sabun. Cara ini cukup ampuh melepaskan diri dari tempelan virus Covid-19 yang bisa jadi terbawa setelah memegang benda-benda dari luar.

“Kemudian cuci tangan pakai sabun. Karena kita pegang sesuatu, maka virus pindah ke tangan, kemudian kita pegang ke pintu maka virus pindah ke pintu, kalau kita gosok mulut maka virus menyerang kita langsung. Virus Corona itu kayak lemak, kalau kena sabun dia luntur. Makanya kalau sempat, bawa dan pakai hand sanitizer,” imbau Mahfud. (INI)

Pos terkait