PPJNA 98 Duga Gatot Nurmantyo Cs Bakal Manfaatkan Semua Celah

  • Whatsapp
IMG20200930150120 scaled
Jenderal (purn) TNI Gatot Nurmantyo tengah berziarah ke TMP Kalibata, Jakarta Selatan.

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda menilai bahwa berdasarkan pemantauannya terhadap gerak-gerik Jenderal (purn) TNI Gatot Nurmantyo bersama elemen Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), mereka akan memanfaatkan seluruh momentum yang ada untuk melakukan manuver politik mereka.

Salah satu celah yang akan dimanfaatkan kelompok tersebut adalah aksi unjuk rasa dan mogok nasional oleh kelompok buruh terkait dengan pro dan kontra Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Bacaan Lainnya

“Ada indikasi Gatot dan KAMI menunggangi aksi mogok buruh yang menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja,” kata Anto dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

Menurut Anto, Gatot dan KAMI ingin mendapat popularitas dan elektabilitas dengan menunggangi aksi mogok buruh menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Karena dengan ikut dalam panggung tersebut, nama mereka bisa semakin dikenal.

“Sudah ada lembaga survei yang merilis popularitas dan elektabilitas Gatot. Ini artinya ada settingan untuk menaikkan Gatot menjadi capres atau ada kesempatan merebut kekuasaan di tengah jalan,” ujarnya.

Pria yang pernah dikejar-kejar Soeharto ini mengatakan, dalam situasi negara yang kacau, Gatot akan memanfaatkan situasi politik untuk merebut kekuasaan.

“Gatot akan memanfaatkan betul situasi politik yang kacau. Momentum politik akan dimanfaatkan betul Gatot,” tegasnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa dua pernyataan perwira TNI yang beredar viral di media sosial mengindikasikan bahwa saat ini sel-sel Gatot sedang bekerja. Bahkan ia mengkhawatirkan, langkah yang mungkin terjadi adalah kudeta terhadap pemerintahan yang sah.

“Presiden Jokowi harus mewaspadai sel-sel Gatot di TNI yang bisa digerakkan untuk melakukan kudeta,” pungkas Anto.

Perlu diketahui, bahwa Gatot Nurmantyo menyatakan jika KAMI akan memberikan dukungan penuh terhadap rencana aksi mogok nasional yang akan dilakukan oleh sejumlah elemen buruh. Menurutnya, aksi mogok nasional tersebut merupakan hak yang dilindungi oleh konstitusi.

“Mencermati bahwa Kaum Buruh Indonesia akan mengadakan mogok nasional pada tanggal 6-8 Oktober 2020 ini, maka KAMI mendukung langkah konstitusional Kaum Buruh tersebut,” kata Gatot, Jumat (2/10).

Gatot juga meminta agar jejaring KAMI di seluruh Indonesia dan semua gerakan masyarakat sipil berkolaborasi bersama kelompok buruh yang menolak RUU Cipta Kerja. Hal itu diklaim Gatot bertujuan untuk mewujudkan perjuangan menuntut hak demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan rakyat.

“KAMI berpendapat pula bahwa menyelamatkan Indonesia di antaranya adalah dengan menggagalkan disahkannya RUU Ciptaker tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita Silaban menyatakan tak akan ikut aksi mogok nasional tanggal 6-8 Oktober 2020 lantaran ada peran serta kelompok yang ingin menunggangi aksi buruh tersebut.

Sehingga Elly pun mencium aksi mogok nasional 6 sampai 8 Oktober tersebut sudah tidak murni gerakan buruh karena ada yang menunggangi.

“KSBSI tidak mau ormas lain seolah membantu aksi tapi ada kepentingan politik. Aksi buruh harus murni. Tidak boleh ada kepentingan yang menunggangi,” kata Elly, Minggu (4/10) kemarin. []

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait