Ada Demo Tolak RUU Cipta Kerja Rusuh, KSPI Nyatakan Itu Bukan Mereka

  • Whatsapp
said iqbal
Presiden KSPI, Said Iqbal.

Inisiatifnews.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan bahwa aksi unjuk rasa menolak disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang yang berakhir rusuh bukan dari kelompok buruh. Bahkan ia juga menyatakan jika aksi unjuk rasa anarkis bukan bagian dari mereka.

Said Iqbal menegaskan bahwa aksi unjuk rasa kelompok buruh khususnya KSPI akan tetap berada di pabrik-pabrik atau perusahaan di daerah masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Kita masih fokus dalam mogok nasional, ini mogok nasional hanya istilah dalam bentuk unjuk rasa serempak di pabrik seluruh Indonesia secara nasional. Nanti kita lihat perkembangannya. Bisa saja nanti kita rapat lagi 32 federasi yang ada,” tutur Said Iqbal, Selasa (6/10/2020).

Alasan mengapa buruh akan tetap aksi di daerah masing-masing hingga hari Kamis 8 Oktober 2020 besok, karena mereka menghindari pelanggaran protokol kesehatan dan potensi munculnya klaster Covid-19 baru.

“Sesuai yang kami katakan bahwa kita tetap menjalankan protokol COVID-19, kami nggak mau adanya klaster baru. Makanya dipilihlah di dalam gerbang pabrik, itu jelas instruksinya, harus dilakukan di dalam gerbang pabrik,” sambungnya.

Namun demikian, Said mengatakan pihaknya akan menyiapkan upaya hukum. Dia menyebut KSPI akan mengajukan gugatan atau judicial review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Selain opsi lanjutan adalah upaya hukum, kita menyiapkan gugatan pertama adalah tentang formil yang kita gugat, tidak sesuai prosedur, nggak melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk buruh, rapatnya dari hotel ke hotel lain, pindah-pindah, paripurna dimajuin tanpa ada publik hiring, yang kayak gini kan harus diuji formil,” terangnya

“Dan kalau ini dikabulkan semua isi undang-undang dibatalkan oleh MK. Kedua gugatan meteril, nanti kita lihat mana pasal yang dirugikan,” tutup Iqbal.

Perlu diketahui, bahwa aksi unjuk rasa di beberapa daerah pecah hingga terjadi bentrokan fisik antara massa dengan aparat kepolisian.

Beberapa daerah tersebut antara lain di Banten, Bandung, Semarang, dan beberapa daerah lainnya.

Termasuk yang terbaru ada di Jakarta pada hari Rabu (7/10). Di mana berapa pelajar dan masyarakat di Pejompongan terlibat bentrok dengan polisi. Satu unit minibus milik Satres Narkoba Polres Jakarta Pusat hancur. [RED]

Pos terkait