Wartawan Digaruk Polisi, Adian Harap ke Depan Tak Terjadi Lagi

  • Whatsapp
IMG 20201009 WA0161
Adian Napitupulu saat berbincang dengan Ponco Sulaksono. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu mendatangi Polda Metro Jaya. Dalam kedatangannya itu, ia menyatakan ingin memastikan penangkapan para pendemo yang dilakukan kepolisian sudah sesuai dengan prosedur.

“Sata harus memastikan bahwa semua prosedur berjalan dengan baik, proses penahanan, pengamanan, interogasi, dan sebagainya harus sesuai prosedur hukum,” kata Adian kepada wartawan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jumat (9/10/2020).

Bacaan Lainnya

Adian juga ingin memastikan seluruh pendemo diberi pendampingan hukum dan terjamin protokol kesehatannya. Menurutnya, protokol itu sudah dilakukan.

“Saya juga harus pastikan semua yang diproses harus didampingi kuasa hukumnya. Lalu, karena ini situasi COVID, ini harus pastikan juga di dalam situ semua di-rapid atau tidak,” ucapnya.

Dia meminta polisi menghargai hak-hak para pendemo.

“Kita belum lihat semua, tapi paling tidak kehadiran saya ini menyampaikan pesan bahwa kita DPR akan memperhatikan proses ini. Artinya, sebagai tugas kita mengawasi pemerintahan, harusnya hal itu bisa dilakukan lebih baik,” ujar Adian yang mengenakan kemeja putih ini.

Namun mantan aktivis 1998 itu menyayangkan lantaran mendapatkan kabar adanya tindakan represif kepolisian yang berlebihan, salah satunya kepada jurnalis peliput demo. Dia meminta ini tidak terulang kembali.

Nah, itu yang harus dipastikan, situasi di lapangan ini kadang kala sulit untuk mengkonfrontir profesi dan sebagainya. Nah, menurut saya, berikutnya ini tak boleh terulang,” imbuhnya.

Adian turut menemui Ponco Sulaksono jurnalis media daring Merahputih.com yang ditangkap aparat kepolisian saat meliput demo.

Dia berharap tindakan penangkapan terhadap jurnalis saat tengah meliputi demo tidak lagi terulang untuk ke depannya.

“Situasi lapangan seperti ini kan kadang kala sulit untuk mengkonfrontir profesi dan sebagainya. Menurut saya hal-hal seperti ini berikutnya tidak boleh terulang,” ujarnya.

Lebih lanjut, anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) itu menyarankan kepada jurnalis atau massa aksi yang menjadi korban tindakan represifitas aparat agar menempuh melalui mekanisme hukum yang tersedia.

“Kalau kemudian misalnya terbukti ada unsur kekerasan dan sebagainya bisa saja diproses, banyak cara. Tapi menurut saya itu proses nanti ya tergantung temen-temen apakah harus dilanjutkan dan sebagainya,” katanya.

“Kapasitas kedatangan saya cuma mau memastikan saja agar semua berjalan sesuai prosedur KUHAP,” tutup eks pimpinan Forum Kota (Forkot) itu. [RED]

Pos terkait