Aksi Unjuk Rasa ANAK NKRI Berujung Bentrokan Pelajar dengan Polisi

  • Whatsapp
Para pelajar yang terlibat di dalam aksi ANAK NKRI di Jakarta Pusat. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Aksi unjuk rasa yang diselenggarakan oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI pimpinan Damai Hari Lubis telah berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Dalam aksinya, mereka menyatakan menentang pengesahan UU Cipta Kerja serta menyampaikan pesan dari Habib Muhammad Rizieq bin Shihab bahwa tokoh FPI itu merencanakan kepulangannya ke Indonesia dari Tanah Suci Makkah, Arab Saudi.

Bacaan Lainnya

“Pada hari ini, Imam Besar HRS secara resmi sudah dicabut cekalnya. Dan hari ini juga sudah dibebaskan dari denda-denda apapun, hari ini Imam Besar HRS tidak bersalah di Arab Saudi,” kata Ketua Umum DPP FPI, Ahmad Sobri Lubis di atas mobil komando, Selasa (13/10/2020).

Kemudian, Sobri juga mengatakan bahwa saat ini Imam Besarnya itu tengah menunggu proses administrasi selesai sebelum terbang ke Indonesia.

“Selanjutnya, saat ini setelah cekal dicabut dan denda dihapus, Imam Besar HRS sedang mengunggu proses administrasi exit permit, pembelian tiket dan penjadwalan untuk pulang ke Indonesia,” imbuhnya.

Sekitar pukul 15.40 WIB, aksi unjuk rasa ANAK NKRI selesai dan terpantau mobil komando milik DPP FPI mulai meninggalkan lokasi aksi. Namun sayangnya, massa dari unsur pelajar yang nyaris mendominasi jumlah massa aksi yang mencapai sekitar 3.000 orang itu membuat onar. Mereka tampak terlebih dahulu menyerang aparat Kepolisian yang tengah menjaga mengamankan aksi tersebut agar berjalan dengan tertib.

Aksi penyerangan dari kelompok pelajar dan pemuda tanggung lainnya itu dilakukan menggunakan batu. Tidak jelas, dari mana sumber bebatuan yang dipakai massa aksi untuk menyerang polisi itu.

Meskipun dilempari dengan bebatuan, aparat kepolisian masih bersikap persuasif dengan mengimbau seluruh massa aksi meninggalkan lokasi aksi dengan damai. Namun bukannya didengarkan, mereka malah semakin semangat melempari baru ke arah Kepolisian.

Karena semakin brutal, akhirnya sekitar pukul 15.55 WIB, polisi terpaksa membubarkan paksa massa aksi tersebut dengan serangan gas air mata. [RED]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait