Pengamat Nilai Parpol Pendukung Omnibus Law Tak Populer di Pilpres 2024

  • Whatsapp
jerry massie
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie. [foto : Istimews]

Inisiatifnews.com – Pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai akan ada dampak politis yang akan terjadi di Pilpres 2024 mendatang, seiring dengan lahirnya Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh DPR RI.

Di mana menurutnya, para tokoh parpol itu akan kehilangan elektabilitasnya dan popularitas di mata publik.

Bacaan Lainnya

“Selain Ketua Baleg Omnibus law dari Partai Gerindra, saya nilai Golkar dan PDIP bakal terpental pada Pilpres 2024 serta Pilkada serentak,” kata Jerry, Rabu (14/10/2020).

Sejauh ini, yang menjadi keresahan publik menurut Jerry lantaran tak kunjung keluarnya draf resmi hasil pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU pada tanggal 5 Oktober 2020 hingga saat ini. Sehingga asumsi publik pun pada akhirnya akan liar.

“Pasalnya drafnya tak kunjung dipublish hingga main klaim ‘hoaks,” pun terjadi,” ujarnya.

Pertentangan UU Cipta Kerja ini menurut Jerry tidak hanya datang dari kalangan buruh saja, melainkan dari kelompok masyarakat sipil dari unsur kaum milenial. Dan perlu diingat, bahwa kelompok milenial ini tengah banyak-banyaknya di Indonesia sehingga digadang-gadang sebagai bonus demografi. Jika ini tidak dikelola dengan baik, ia memprediksi para PDI Perjuangan dan Golkar tak akan secemerlang agenda politik elektoral sebelumnya.

“Saya nilai PDIP dan Golkar tak seindah Pilpres 2019 dan Pilkada serentak 2018 silam. Karena dengan jutaan jumlah buruh dan 80 juta pemilih milenial atau sekitar 40 persen dari total 192 juta voters ada pilpres 2019 lalu menurut data KPU,” paparnya.

Kemudian karena posisi kedua partai politik di Senayan yakni Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan dapatkan karpet merahnya.

“Jadi di antara para buruh saya yakin menyimpan bara api terhadap partai pendukung UU Ciptaker, belum lagi dari organasisi lainnya,” ucapnya.

“Nah ini keutungan bagi Demokrat yang menolak Undang-undang ini. Begitu juga PKS,” sambungnya.

Terakhir, Jerry menyarankan agar para Parpol pemerintah bisa menanggapi situasi ini dengan tepat. Jika tidak, dampaknya jelas ada di dua agenda politik elektoral, yakni Pilkada serentak di 9 Desember 2020 serta Pilpres 2024.

“Jadi jangan mimpi bagi Airlangga dan Puan Maharani bahkan Prabowo menang pada Pilpres 2024. Apalagi kader Prabowo menjadi ketua Baleg UU Ciptaker. Apalagi Prabowo tak bersuara ini yang membuat dia akan ditinggalkan buruh mahasiswa dan organisasi lainnya,” tutupnya. []

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait