FPI Cs Sebut Rizieq Sudah Bebas, Dubes Agus Maftuh Berkata Lain

  • Whatsapp
Aksi 1310
Aksi unjuk rasa ANAK NKRI di sekitar Patung Kuda Jakarta. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Di dalam aksi unjuk rasa 1310 yang digelar oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, Ketum DPP Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis membacakan surat yang disebut berasal dari Habib Muhammad Rizieq bin Shihab di Arab Saudi.

Di dalam surat tersebut, Rizieq mengklaim bahwa dirinya sudah bebas dari berbagai persoalan hukum yang sempat membelenggunya di Tanah Suci itu, dan rencananya, ia akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.

Bacaan Lainnya

Namun, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyampaikan hal lain. Di mana data imigrasi Habib Rizieq di Kerajaan Arab Saudi masih bermasalah sehingga menjadi alasan mengapa Imam Besar FPI itu belum bisa bertolak ke Indonesia.

“Nama Mohammad Rizieq Shihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih ‘blinking merah’ dengan tulisan ta’syirat mutanahiyah (visa habis), dan dalam kolom lain tertulis mukhalif (pelanggar UU). Bentuk pelanggaran mutakhallif ziyarah (overstay dengan visa kunjungan),” ujar Agus Maftuh yang sedang berada di Makkah kepada detikcom, Rabu (14/10/2020).

“‘Blinking merah’ sama dengan belum bisa ke luar Saudi,” imbuhnya.

Agus mengatakan, dalam imigrasi Arab, Habib Rizieq tertulis sebagai ‘pelanggar’. “Ada juga kolom ‘ma’lumat al-mukhalif’ (data tentang pelanggar). Di kolom foto MRS ditulis ‘Surah al-Mukhalif’ foto pelanggar,” jelas Agus.

Agus mengatakan Kerajaan Arab Saudi tidak pernah mendiskriminasi warga negara asing (WNA) yang melanggar sistem keimigrasian Arab. Semua itu sudah terdata di sistem imigrasi.

“Terkait dengan denda dan sanksi punishment untuk para WNA pelanggar keimigrasian, Arab Saudi tidak pernah melakukan diskriminasi karena semuanya sudah ada sistem yang baku. Mulai punishment denda dan deportasi (tarhil) serta di-blacklist tidak bisa masuk Arab Saudi,” ucapnya.

Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel
Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Lebih lanjut, Agus juga menjelaskan keluarnya exit permit atau izin keluar yang dikeluarkan imigrasi Arab Saudi. Warga negara Indonesia (WNI) yang overstay bisa dikeluarkan izin keluarnya, tapi dengan status deportan.

“Pengalaman 5 tahun bertugas sebagai pelayan WNI di Arab Saudi, kebiasaan penyelesaian WNI yang overstay dan pelanggaran keimigrasian harus melalui proses pengambilan ‘biometrik’ di kantor-kantor Tarhil (deportasi) Arab Saudi. Setelah itu baru diterbitkan ‘Exit Permit‘ izin keluar dengan status deportan. Gate kepulangan untuk deportan ini juga tidak melalui gate konvensional,” ungkapnya.

Perlu diketahui, bahwa Sobri Lubis mengatakan bahwa persoalan hukum yang menimpa imam besarnya itu sudah selesai.

“Pada hari ini, Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Shihab secara resmi sudah dicabut cekalnya. Dan hari ini juga sudah dibebaskan dari denda-denda apapun,” kata Sobri dalam orasinya.

Ia juga mengatakan bahwa Rizieq Shihab sedang melalukan proses penyelesaian administrasi dan bersiap untuk terbang kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Selanjutnya, saat ini setelah cekal dicabut dan denda dihapus, IB HRS sedang tunggu proses administrasi exit permit, pembelian tiket dan penjadwalan untuk pulang ke Indonesia,” tandasnya.

Pos terkait