Gelar Aksi di Jakarta, BEM SI Masih Fokus Lawan UU Cipta Kerja

  • Whatsapp
IMG 20201016 WA0238
Para Mahasiswa lintas kampus yang tergabung di dalam aliansi BEM SI sedang melakukan aksi unjuk rasa menolak UJ Cipta Kerja di bilangan Jakarta Pusat.

Inisiatifnews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta.

Dalam aksinya, Kepala bidang hubungan masyarakat (Humas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM SI), Andi Khiyarullah menilai bahwa tanggal 5 Oktober kemarin menjadi sejarah kelam demokrasi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“5 Oktober 2020 menjadi hari berduka dan penghianatan sekaligus jadi simbol atas matinya hati nurani para dewan perwakilan rakyat terhadap rakyat Indonesia dengan disahkannya omnibus law menjadi sebuah UU di tengah kondisi negeri yang sedang sakit,” kata Andi, Jumat (13/10/2020).

Ia juga menyebut, bahwa Omnibus Law UU Cipta Kerja adalah alat yang bisa membuat akses pendidikan, perekonomian, kesehatan dan berbagai aspek kehidupan rakyat Indonesia bermasalah.

“Saat hati rakyat telah tersakiti, buruh menjadi korban atas kerakusan para penguasa dan oligarki. Pendidikan, perekonomian, kesehatan dan segala aspek kehidupan dikebiri,” ujarnya.

Andi yang juga merupakan Presiden Mahasiswa Universitas Djuanda Bogor ini ingin menyampaikan, bahwa demokrasi di Indonesia sedang tidak sehat.

“Maka sampaikanlah seluruh pelosok negeri bahwa demokrasi kita telah mati,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa hari ini BEM SI menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta. Berdasarkan pantauan Inisiatifnews.com, aksi tersebut tidak diijinkan maju sampai Taman Aspirasi, lantaran aparat kepolisian memblokade akses lalu lintas di Jl Medan Merdeka Barat depan Gedung Sapta Pesona atau Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait