Karyono Wibowo Nilai Kegaduhan UU Cipta Kerja Karena Kendala Komunikasi

  • Whatsapp
IMG 20201016 WA0302
Aksi BEM SI menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2020.

Inisiatifnews.com – Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai bahwa kegaduhan antara pemerintah dan DPR dengan buruh dan mahasiswa terjadi karena kurangnya akses komunikasi kedua belah pihak.

“Menurut saya ini karena ada persoalan public speaking yang kurang efektif yang dilakukan oleh pemerintah sehingga timbul ketidakpercayaan masyarakat pada pemerintah,” kata Karyono dalam diskusi online dengan tema “Pro Kontra Omnibus Law, Kepentingan Siapa?” yang digelar oleh IPI, Jumat (16/10/2020).

Bacaan Lainnya

Ia menilai seharusnya persoalan ini sudah bisa diantisipasi sejak awal sehingga hal-hal seperti ini tidak sampai menguras energi.

“Harusnya sejak awal harus bisa diantisipasi, apalagi omnibus law atau UU ini sangat kontroversial,” jelasnya.

Salah satu contoh mengapa komunikasi yang dianggap sebagai “tersangka” di tengah gejolak pro dan kontra UU Cipta Kerja ini, karena narasi yang tidak solid di kalangan publik. Di mana pemerintah menyampaikan harapan-harapan besarnya yang bagus-bagus mengapa mereka harus terbitkan omnibus law ini, sementara di kalangan buruh merasa ada persoalan bertentangan dengan kepentingan mereka.

“Menurut saya belum ada yang clear antara buruh dan pemerintah. Di mana pemerintah bilang semua hak buruh dijamin baik soal UMP termasuk soal pasal-pasal lain misal pertanahan. Semua ini karena dilatarbelakangi oleh perspektif yang berbeda,” ujarnya.

“Misal apa yang disebut dengan bank tanah. Narasi yang dibuat pemerintah adalah pemerintah ingin melaksanakan reforma agraria dan distribusi tanah pada rakyat, tapi pihak kontra memberikan tafsir lain soal frasa bank tanah, jangan-jangan tanah akan dikuasai oleh asing. Inilah yang jadi polemik,” imbuh Karyono. [RED]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait