Syahganda Cs Diikat Saat Press Release, Sugeng Waras Kritik Polri

  • Whatsapp
Sugeng Waras
Kolonel TNI (purn) Sugeng Waras saat berorasi di atas mobil komando Aksi 1310 yang digelar oleh ANAK NKRI di Jakarta, Selasa 13 Oktober 2020. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Mantan perwira TNI Angkatan Darat (AD) Kolonel TNI (purn) Sugeng Waras memberikan kritikan kepada Mabes Polri yang dinilai kurang adil dalam mengambil kebijakan. Di mana proses penangkapan hingga press release penangkapan beberapa aktivis senior seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan beberapa anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dianggapnya kurang pas.

Ia pun membandingkan sikap Bareskrim Mabes Polri terhadap kelompoknya dengan para jenderal polisi yang terlibat kasus Djoko Tjandra, bahkan mereka sama sekali tidak pernah dipermalukan dengan baju tahanan hingga diikat tangannya saat konferensi pers.

Bacaan Lainnya

“Begitu paradok perlakuan atau tindakan hukum polri terhadap para aktivis itu, dibanding dengan perlakuan terhadap para jendral Polisi yang terlibat kasus persekongkolan dengan koruptor kelas kakap Djoko Tjandra,” kata Sugeng, Sabtu (17/10/2020).

Presidium KAMI Jabar ini meminta agar Polri kembali merenungkan bagaimana sikap mereka terhadap Syahganda Cs, sangat berbeda dengan para jenderal Polisi di dalam lingkaran kasus Djoko Tjandra itu.

“Silahkan direnungkan, ketika para aktivis ditampilkan saat pers rilis dengan tangan diborgol, berseragam indah ala tapol dengan wajah lesu, gelisah, menunduk dan bertenang diri,” ujarnya.

“Bandingkan dengan salah satu tersangka korupsi jendral polisi yang enggan memakai baju seragam kehormatan rutan dengan wajah berseri dan tersenyum ria,” imbuhnya.

Menurut Sugeng, jika seandainya Syahganda Cs diperlakukan seperti itu, maka Mabes Polri seharusnya adil dalam menentukan sikap, di mana para jenderal di korps Bhayangkara yang terlibat dan menjadi tersangka dalam kasus Djoko Tjandra pun diperlakukan sama.

“Namun saya yakin, tidak ada pembedaan perlakuan atau tindakan terhadap siapapun pelanggar hukumnya,” tegasnya.

20201017 072918
Syahganda Nainggolan tampil dalam acara press release di Bareskrim Mabes Polri.

Lebih lanjut, Sugeng Waras menyatakan bahwa seburuk apapun Polisi di mata publik, tidak pantas untuk diberikan label hina seperti yang banyak terjadi di media sosial, di mana banyak netizen yang menyebut Polisi dengan istilah wereng cokelat. Karena bagaimana pun, Sugeng menyatakan jika Polisi adalah alat negara yang harus dijaga betul marwahnya.

“Saya salah satu orang, yang tidak suka terhadap tulisan-tulisan yang menyebut atau mengolok-olok polisi bak Wereng Coklat ( WC ). Apapun baik buruk adalah polisi kita, alat negara kita, sekaligus cerminan martabat bangsa kita, bangsa Indonesia,” tuturnya.

Namun begitu, kritik dan evaluasi sangat perlu disampaikan masyarakat terhadap korps Bhayangkara tersebut, dalam rangka kebaikan bersama.

“Saat orang banyak takut dan gemetar atas cara cara penegak hukum memandang dan memperlakukan seseorang yang dianggap atau ditersangkakan sebagai terpidana seperti contoh di atas, justru saya akan lebih gencar memberikan kritik dan masukan untuk kebaikan polisi kita,” ucapnya.

Walaupun kata Sugeng, ia siap menerima jika para petinggi Polri justru menilai dirinya perlu untuk dibidik sekalipun atas kritikannya kepada institusi penegak hukum itu.

“Tentunya, sepenuhnya hak Jenderal sebagai pimpinan Polri, apakah orang-orang semodel saya perlu dibidik, dicermati, ditandai, kalau perlu ditangkap, dipidanakan dan dipenjarakan,” tutupnya. [RED]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait