TPGF Intan Jaya Kelar Penyelidikan, Lapor Menko Polhukam Senin

  • Whatsapp
20201009 101109
Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penembakan Intan Jaya.

Inisiatifnews.com – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk Menko Polhukam Mahfud MD akhirnya menuntaskan tugas menginvestigasi penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Papua. Hasil investigasi TGPF akan disampaikan kepada Mahfud MD Senin nanti.

“Tim TGPF ini selesai tepat pada waktunya, yang semula dalam 14 hari, kemudian diperpanjang 3 hari, dan pada tanggal 17 Oktober ini sesuai tenggang waktu yang sudah selesai. Adapun hasilnya ini nanti kami akan menyerahkan kepada Bapak Menko pada hari Senin,” kata Sesmenko Polhukam Letjen TNI Tri Soewandono dalam konferensi pers daring, Sabtu (17/10).

Bacaan Lainnya

Ketua TGPF Intan Jaya Benny Mamoto berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada timnya.

Benny mengatakan TGPF telah dibentuk dengan representasi dari akademisi, TNI-Polri, hingga tokoh agama dan masyarakat.

“Kita semua tahu situasi medan di Papua. Tapi ternyata Bapak Menko telah menyusun tim dari representasi akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepolisian, TNI, kejaksaan, kemudian dari Polhukam sendiri. Ternyata komitmen yang tergabung dalam tim ini yang begitu tinggi solid dan penuh semangat itulah yang membuat 14 hari bisa dengan padat,” terangnya.

Diketahui, TGPF Intan Jaya terdiri dari berbagai elemen yang sangat solid, seperti perwakilan tokoh masyarakat, perwakilan akademisi, perwakilan gereja, serta perwakilan unsur Kepolisian, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Tokoh-tokoh yang terlibat antara lain Pendeta Henok Bagau dari Intan Jaya, Jhony Nelson Simanjuntak dari PGI, Taha Alhamid, Makarim Wibisono, Constan Karna, Michael Menufandu, I Dewa Gede Palguna, Samuel Tabuni, Edwin Partogi, dan perwakilan dari Polri, TNI dan BIN. Serta Deputi 3 Kemenko Polhukam Sugeng Purnomo, yang juga Wakil Ketua TGPF Intan Jaya.

Dari unsur kampus, ada rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo dan Sosiolog UGM Bambang Purwoko. Dari unsur pemerintah ada Deputi Bidang Polhukam Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani dan sejumlah tokoh kredibel lainnya.

“Kita lakukan berbagai kegiatan dalam rangka mencapai target mengumpulkan informasi lapangan, bagaimana cross-check informasi, bagaimana kita beraudiensi dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membuat terang peristiwa ini,” lanjut Benny.

Sekadar informasi, TGPF ini juga dibentuk untuk menyelidiki terkait rentetan penembakan yang terjadi di Intan Jaya. TGPF berada di Timika sejak Rabu (7/10). Mereka bergerak ke Sugapa guna mencari fakta-fakta penembakan yang menewaskan 2 anggota TNI, 1 warga sipil, dan 1 pendeta itu.

TGPF sempat dihadang dan ditembaki KKB setelah melakukan olah TKP. Dua orang terkena tembakan, yakni Satgas Apter Hitadipa Sertu Faisal Akbar. Dia mengalami luka tembak di pinggang. Selain itu, dosen UGM yang masuk ke dalam TGPF, Bambang Purwoko, yang mengalami luka tembak di pergelangan kaki kiri dan pergelangan tangan kiri. (INI)

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait