KSPI Pastikan 20 Oktober Tak Turun Aksi

  • Whatsapp
KSPI
Bendera Konferederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Inisiatifnews.com – Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S Cahyono menegaskan bahwa tanggal 20 Oktober 2020, pihaknya tidak akan menggelar aksi unjuk rasa baik di DPR RI maupun di Istana Negara Jakarta.

“Tidak (aksi) bang,” kata Kahar kepada Inisiatifnews.com melalui pesan instan, Minggu (18/10/2020).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada kesepakatan apapun di internal KSPI akan turun aksi dalam waktu dekat.

Namun Kahar menyebut, bahwa serikat buruh yang berafiliasi dengan KSPI dikabarkan akan melakukan aksi di wilayah masing-masing saja.

“Sampai saat ini KSPI belum. Hanya saja afiliasinya akan melakukan aksi bergelombang di daerah-daerah,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ada pertimbangan lain mengapa KSPI tidak ikut aksi, Kahar menyatakan bahwa tidak ada pertimbangan khusus apapun. Hanya memang tidak ada kesepakatan apapun di internal Dewan Eksekutif Nasional (DEN) KSPI.

“Tidak ada pertimbangan. Karena memang belum ada rencana untuk turun di tanggal tersebut,” jelasnya.

BEM SI turun aksi

Perlu diketahui bahwa tanggal 20 Oktober 2020 adalah momentum 1 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin. Rencananya, beberapa kalangan akan turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa dengan bungkus evaluasi kepemimpinan Jokowi-Maruf. Salah satunya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Koordinator pusat BEM SI, Remy Hastian menegaskan bahwa pihaknya berencana akan turun aksi pada tanggal 20 Oktober tersebut.

“Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan akan kembali turun aksi menyuarakan pencabutan atas UU Cipta Kerja dan kembali menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan wakil rakyat sekaligus bertepatan dengan 1 tahun kerja Bapak Jokowi- Bapak Maruf Amin,” kata Remy Hastian, Jumat (16/10).

Ia tetap menyatakan bahwa kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin oleh Undang-Undang tetap akan dilakukan dengan sangat tertib dan damai dan tidak melanggar Undang-Undang.

“Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020. Aksi ini merupakan aksi damai dan lepas
dari semua tindakan anarkis sebagai perwujudan gerakan intelektual dan moral mahasiswa Indonesia,” tegasnya.

KSBSI tidak turun aksi

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban menyatakan bahwa pihaknya tidak berencana menggelar aksi tanggal 20 Oktober besok.

“KSBSI tidak akan aksi lagi termasuk tanggal 20 sampai 22 Oktober yang sekarang lagi viral di medsos. KSBSI cooling down aksi. Sekarang konsolidasi,” ujar Elly dalam keterangannya, Sabtu (16/10).

Elly memyebut, bahwa di dalam aksi demo buruh tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang lalu, ada pihak yang mencuri panggung. Oknum-oknum ini ingin mencari nama. Mereka tidak membawa aspirasi serikat pekerja dan mengawal agar nasib buruh benar-benar diperhatikan.

“Kami para buruh, tidak sampai mendesak Pak Jokowi mundur. Kami garansi, tak ada bagian dari kami melakukan itu. Bahkan, kami pun tak pernah menyampaikan statemen yang provokatif. KSBSI menilai aksi buruh sudah ada yang menunggangi dengan kerusuhan-kerusuhan,” tandas Elly.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait