Kepulangan Rizieq Bisa Dimanfaatkan Tingkatkan Turbulensi Politik Pemerintah

  • Whatsapp
IMG 20190809 WA0000
Keluarga KH Maimoen Zubair silaturrahmi di kediaman Habib Rizieq bin Shihab. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai bahwa isu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq bin Shihab ke Indonesia untuk memimpin revolusi sangat mudah ditebak tujuannya.

Menurutnya, isu ini kata Karyono bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membuat pemerintahan Jokowi-Maruf sedikit tergenggu.

Bacaan Lainnya

“Jika HRS kembali ke tanah air dan memimpin aksi, ada pihak yang berharap dapat meningkatkan turbulensi politik yang bertujuan untuk menggoyang pemerintahan saat ini,” tutur Karyono kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Karyono menilai, seruan revolusi yang digaungkan kelompok atau pendukung Rizieq di tengah situasi krisis akibat pandemi merupakan tindakan tidak terpuji. Ini dianggapnya sama saja menari-nari di atas penderitaan rakyat.

“Saya setuju, pemerintah harus dikritik, diingatkan agar kebijakannya on the right track, berpihak pada rakyat dan mengedepankan kepentingan nasional. Tetapi tidak dengan cara-cara di luar hukum yang inkonstitusional,” ujarnya.

Karyono juga dirinya belum yakin bahwa mereka paham tentang substansi revolusi. ”Jangan-jangan revolusi hanya dimaknai sekadar amuk-amukan, bakar-membakar dan menjatuhkan pemerintahan,” ujar dia.

Padahal revolusi menjebol tatanan lama dan membangun tatanan baru yang lebih baik. Sehingga, jika sekadar amuk-amukan dan menggulingkan pemerintahan yang sah, ia yakin rakyat tidak butuh itu.

“Yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah revolusi penanganan virus corona dengan cepat,” tegasnya.

Pos terkait