BEM STMIK Jayakarta Minta Presiden Jokowi Terbitkan Perppu UU Cipta Kerja

  • Whatsapp
bem stmik jayakarta
BEM STMIK Jayakarta saat menggelar konferensi pers di Salemba, Jakarta Pusat, pada hari Selasa 20 Oktober 2020. [foto : Istimewa]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (BEM STMIK) Jayakarta, Supardi menyampaikan beberapa hal terkait dengan evaluasi kinerja 1 tahun Presiden Joko Widodo di periode kedua.

Dikatakan Supardi, bahwa banyak hal-hal yang perlu dikritisi agar pemerintahan Indonesia saat ini bisa berjalan dengan baik. Salah satunya adalah terkait dengan kegaduhan pro dan kontra Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Bacaan Lainnya

Apalagi untuk meredakan situasi, seharusnya Presiden bisa menerima para Mahasiswa yang menolak UU Cipta Kerja dengan tangan terbuka, sehingga terjadi dialog yang aktif antar kedua belah pihak dapat berjalan.

“Kekecewaan mahasiswa saat ini karena Presiden Jokowi tidak mau bertemu langsung menerima aspirasi pada aksi sebelumnya. Para mahasiswa hanya ditemui staf khusus presiden,” kata Supardi dalam konferensi persnya, Selasa (20/10/2020).

Namun bagaimanapun, Supardi berharap agar pemerintah pusat di bawah kendali Presiden Jokowi bisa legowo menerima kritikan dan masukan dari Mahasiswa dan masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja. Caranya adalah dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membatalkan UU Cipta Kerja yang telah diketok palu oleh DPR RI dalam sidang paripurna 5 Oktober 2020 lalu.

“Mendesak Presiden Jokowi untuk segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang tentang pembatalan Omnibus Law UU Cipta Kerja,” tegasnya.

Di sisi lain, beberapa aksi tindakan represif aparat terhadap para demonstran menolak UU Cipta Kerja juga disoroti oleh Supardi. Ia pun meminta agar aparat Kepolisian menghentikan praktik-praktik represif dalam mengamankan aksi unjuk rasa.

“Mengecam keras tindakan represif aparat keamanan terhadap demonstran di berbagai daerah dalam waktu belakangan ini,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pemerintah tidak melakukan intervensi dalam bentuk apapun demi meredam aksi Mahasiswa yang merasa keberatan dengan disahkannya UU Cipta Kerja.

Serta meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk lebih fokus dalam menanggulangi COVID-19 tanpa mengeluarkan kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan upaya itu.

“Meminta Presiden Jokowi untuk tetap fokus dalam penanganan pendemi COVID-19,” tutupnya. [RED]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait