Kecewa Tak Ketemu Presiden, BEM SI Sayonara

  • Whatsapp
Remy Hastian
Koordinator pusat BEM SI, Remy Hastian saat berorasi di atas mobil komando. [foto : Inisiatifnews]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Koordinator pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Remy Hastian kecewa dalam aksi unjuk rasanya, tidak bisa bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan penolakannya secara langsung terhadap UU Cipta Kerja.

“Kondisi di dalam Istana Negara tidak ada Presiden RI. Karena pak Presiden adalah representasi negara ini dalam mengambil kebijakan, maka yang kita mau temui hanya pak Jokowi,” kata Remy Hastian saat orasi penutupnya di aksi yang digelar di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020).

Bacaan Lainnya

Ia pun menyatakan bahwa ia tak mau ditemui oleh pihak Istana selain Presiden Jokowi.

“Hari ini kita bukan turun aksi untuk yang terakhir kalinya, maka ketika kita tidak ditemui (Presiden), kita tidak ingin ketemu konco-konconya Pak Jokowi,” tegasnya.

Rencana, aksi penyampaian pendapat ini akan tetap dilakukan sampai Presiden Jokowi mau bertemu dan menerima keluh kesah mereka. Dan aksi itu rencananya akan digelar dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang.

“Penegasan kita akan kita sampaikan di hari sumpah pemuda,” jelasnya.

Tuntutan BEM SI hari ini adalah mendesak kepada Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan Perppu untuk membatalkan UU Cipta Kerja.

“Cabut omnibus law,” tutup Remy.

Usai menyampaikan orasinya itu, massa dari BEM SI yang terdiri dari berbagai lintas kampus di seluruh Indonesia itu bergegas untuk meninggalkan lokasi aksi.

Perlu diketahui, bahwa Presiden Joko Widodo tidak ke Istana Negara Jakarta. Ia tengah berada di Istana Negara Bogor untuk menerima kunjungan bilateral Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan istrinya yakni Mariko Suga.

Dalam pantauan Inisiatifnews.com di lokasi, aksi unjuk rasa BEM SI berlangsung sangat kondusif. Bahkan beberapa kali perwakilan mereka saling berkoordinasi dengan Kepolisian agar aksinya berjalan aman dan lancar.

Aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja di Patung Kuda tidak hanya dilakukan oleh BEM SI saja, beberapa kelompok juga melalukan hal yang sama, antara lain BEM Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) pimpinan Rudi HB Daman, Organisasi Kepemudaan yakni PMKRI, HMI dan GMNI, serta kelompok pelajar yang ternyata cukup mendominasi dari sisi jumlah massa aksi yang terkonsentrasi di sekitar bundaran Indosat.

Tampak beberapa kali BEM SI memblokade barisan ketika massa dari pelajar merangsak masuk ke barisan depan. BEM SI khawatir ada penyusup masuk ke barisan mereka hingga membuat ulah anarkis yang bisa mengganggu jalannya aksi mereka itu. [RED]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait