Bambang Purwoko, Anggota TGPF Intan Jaya yang Tertembak: Saya Beruntung Menjadi Bagian dari Tim

  • Whatsapp
IMG 20201021 WA0009
Anggota TGPF Intan Jaya Bambang Purwoko saat dijenguk Menko Polhukam Mahfud MD di RSPAD Gatot Soebroto. (Inisiatifnews.com)

Inisiatifnews.com – Bambang Purwoko, Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Penembakan Intan Jaya, yang tertembak dalam insiden penghadangan dan penembakan kini keadaannya semakin membaik.

Selama dirawat, Bambang masih terus berkontribusi pada diskusi tim dari jarak jauh. Bambang pun bangga masuk dalam bagian TGPF Intan Jaya.

Bacaan Lainnya

“Saya merasa bangga beruntung menjadi bagian dari tim, dan merasa senang bisa bergabung, berinteraksi dan berdiskusi dengan bapak-bapak dari berbagai kalangan; pemerintah, masyarakat Papua, dan akademisi. Senang berada di lingkungan pribadi-pribadi penuh integritas yang bekerja penuh ketekunan, kejujuran, dan kesungguhan,” ujar Bambang di Jakarta, Rabu (21/10).

Bambang Purwoko adalah perwakilan dari unsur akademisi dalam TGPF Intan Jaya. Dia adalah dosen dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta sekaligus adalah peneliti dan pemerhati Papua yang sudah banyak membantu masyarakat Papua. Bahkan ia memiliki anak asuh dari Papua di Yogyakarta.

Bambang mengalami penembakan saat tim berada di tanjakan Wawogopone, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Intan Jaya, dalam perjalanan kembali dari TKP Hitadipa.

Ia tertembak di bagian kaki dan tangan. Saat ini Bambang masih dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. Kondisinya normal dan dalam proses pemulihan.

Karena insiden yang menimpanya ini, ia tidak bisa mengikuti diskusi intens dalam merumuskan hasil investigasi.

Akan tetapi, dengan penuh semangat, sebisa mungkin ia tetap memberikan poin-poin pemikiran lewat grup diskusi tim di grup percakapan.

“Setelah 9 hari melalui turbulensi lahir batin, spiritual dan fisik, kini sudah semakin nyaman dan semakin baik. Saya beruntung dalam insiden ini dilakukan evakuasi cepat dan pengamanan ketat, kini dirawat oleh tenaga medis terbaik dengan fasilitas terbaik untuk penyembuhan,” pungkas Bambang.

TGPF Intan Jaya telah menyelesaikan investigasi lapangan kasus sejumlah penembakan di Intan Jaya yang berlangsung September lalu. Dengan waktu relatif singkat yang diberikan kepada tim, hanya dua pekan, TGPF pimpinan Benny Mamoto ini telah menemui 42 saksi dan narasumber.

Tim investigasi yang dibentuk pemerintah berdasarkan Kepmenko Polhukam nomor 83 tahun 2020, dijadwalkan akan menyampaikan laporan akhir kepada pemerintah hari ini, Rabu (21/10). (INI)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait