Mahfud Curhat Anaknya Jadi Korban Birokrasi Mbulet dan Lelet

  • Whatsapp
IMG 20201021 WA0048
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mohammad Mahfud MD.

Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof Mohammad Mahfud MD menceritakan kisah anaknya yang pernah dipermainkan oleh petugas pelayanan publik.

Mahfud curhat soal ini saat launching Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Selasa (27/10).

Bacaan Lainnya

“Anak saya itu dokter, mau mendirikan klinik. Harus izin, datanglah dia ke Depnaker di satu tempat. Di jadwal itu dibuka pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB khusus pelayanan,” cerita Mahfud 

Anaknya pun datang pukuk 08.00 WIB karena harus menghadiri kegiatan lain pada pukul 10.00 WIB. Supaya lekas selesai urusannya sebelum pukul 10.00 WIB.

“Sampai pukul 10.00 WIB pejabat belum datang. Dia pun pulang karena pada pukul 10.00 WIB harus mengajar kuliah. Akan tetapi, dia tanya kepada pegawai, kenapa pejabat itu enggak datang? Pegawai beralasan layanan sampai pukul 11.00 WIB,” ungkapnya.

Belajar dari pengalaman hari sebelumnya, anaknya datang lagi keesokan harinya tepat pukul 11.00 WIB ke kantor tersebut. Namun, pejabat yang dicari tak juga bertemu.

Anaknya pun bertanya kepada pegawai di kantor itu apakah pejabat yang dimaksud tidak datang. Pegawainya menjawab bahwa pejabat itu tadi sudah datang tetapi sudah pulang lagi. 

“Lho, kemarin belum datang. Sekarang sudah pulang,” sambung Mahfud.

Mahfud yakin, birokrasi mbulet ini tidak akan terjadi jika saat itu sudah ada aplikasi umum SPBE. Sebab lewat aplikasi tersebut, pengajuan perizinan yang masuk akan langsung ketahuan. Tanpa perlu menunggu pejabat yang berwenang karena sistemnya semua lewat daring.

“Oleh sebab itu, ke depan, kita tidak bisa menghindari dari kerja-kerja online yang seperti ini. Sekarang saudara mau berbohong, sistem dan orang langsung bisa tahu,” ingat Mahfud.

E-government itu menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan. Hanya orang tidak punya visi, orang tidak visioner yang berpikir bahwa kerja-kerja itu bisa diselesaikan secara manual. Sekarang sudah enggak bisa,” tandasnya. (INI)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait