Dua Pimpinan Buruh Nasional Ajukan Gugatan UU Cipta Kerja ke MK

  • Whatsapp
IMG 20201103 WA0010
Presiden KSPI Said Iqbal dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea saat hadir di aksi unjuk rasa tolak omnibus law UU Cipta Kerja dan gugat UU 11 Tahun 2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari Senin 2 November 2020.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Dua orang pimpinan serikat buruh terbesar di Indonesia, yakni Andi Gani Nena Wea yang merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Said Iqbal yang merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), bareng-bareng mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam agendanya itu, mereka bersama-sama mengajukan gugatan judicial review (JR) terhadap UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Bacaan Lainnya

Presiden KSPSI Andi Gani menyatakan, bahwa para pimpinan serikat buruh akan tetap berada di baris terdepan untuk memperjuangkan hak para kaum buruh Indonesia.

“Hari ini KSPSI dan KSPI, kita akan terus maju melawan omnibus law,” kata Andi Gani, Senin (2/11/2020).

Sementara itu, Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, bahwa ia dan Andi Gani yang mewakili dua Konfederasi buruh terbesar di Indonesia itu tengah berupaya menempuh jalur konstitusional untuk menolak UU Cipta Kerja yang telah diundangkan itu.

“Hari kita akan mengajukan JR uji materil dan uji formil terhadap UU Cipta Kerja, ini bukan satu-satunya jalan, hal lain kita akan tetap melanjutkan aksi-aksi untuk membatalkan omnibus law,” kata Iqbal.

Dikatakan Iqbal, bahwa gugatan uji materi dan uji formil sudah dimulai. Namun langkah lain akan dilakukan agar UU Cipta Kerja dicabut. Salah satunya adalah mendesak kepada DPR RI untuk melakukan legislative review sebagai hak konstitusional mereka.

“Tanggal 9 November kita akan lakukan aksi lagi untuk (mendesak) legistalif review, dan terakhir gunakan jari dan HP mu untuk aksi sosial media untuk aksi tolak omnibus law,” tegasnya.

Dalam kesempatan aksi itu, Andi Gani dan Said Iqbal pun telah berhasil ke MK untuk mendaftarkan gugatan mereka. Usai dari gedung MK, mereka pun kembali ke mobil komando untuk menyampaikan statemen lanjutannya.

Andi Gani meminta kepada MK untuk tetap berpihak pada moral hukum tertinggi. Jangan sampai mereka mempermainkan hukum dan membuat kepentingan rakyat terabaikan.

“MK jangan main-main dengan gugatan buruh, kepada seluruh jajaran MK jangan pernah anggap rendah buruh Indonesia,” tegas Andi Gani.

Dan ia pun mengapresiasi sekali sikap para elemen buruh yang hadir tetap melakukan aksi secara damai dan tidak ada anarkisme.

“Saya sangat bangga, teman-teman menunjukan kedewasaan dengan aksi damai. Kita lihatkan kepada pemerintah dan DPR, ketika buruh bergerak maka akan bisa menyatu dengan siapa saja, tapi jangan main-main dengan buruh Indonesia,” ujarnya.

Terakhir, Said Iqbal yang juga ikut menyampaikan orasinya menyatakan, bahwa saat ini pihaknya masih mempercayakan keadilan di tangan para hakim MK. Hal ini dibuktikan dengan upaya konstitusional yang mereka lakukan tersebut.

“Kita pilih jalur konstitusi, kita masih percaya MK masih menunjukan keadilan,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar pukul 14.35 WIB, aksi pun berakhir dengan sangat damai, mereka pun membubarkan diri dengan tertib. [NOE]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait