Habib Hanif Sebut Pembunuh Guru di Prancis Sebagai Pahlawan

  • Whatsapp
Aksi FPI
Aksi unjuk rasa FPI di Sarinah desak boikot produk-produk Prancis pada hari Senin 2 November 2020. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Menantu Habib Rizieq, Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Alatas menyebut remaja 18 tahun pemenggal guru sejarah di Prancis beberapa waktu yang lalu ada pahlawan.

“Di Prancis ada anak muda marah karena gurunya hina Rasulullah dan negara diamkan penghinaan tersebut. Saking marahnya dia tebas kepala gurunya,” kata Habib Hanif mengawali orasinya di atas mobil komando di Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020).

Bacaan Lainnya

“Saya nggak peduli anak muda itu teroris atau radikalis. Bagi kami anak muda itu adalah pahlawan. 1.000 kali kalian katakan anak muda itu teroris dan radikalis kami tak peduli, kami akan sebut 1.001 kali dia adalah pahlwan. Karena dia ikuti sahabat Nabi,” imbuhnya.

Sahabat Nabi yang dimaksud Habib Hanif adalah Khalid ibnu Al-Walid. hDiriwayatkan, bahwa KHalid pernah membunuh Malik ibnu Nuwairoh karena ia menyebut nama Rasulullah SAW dengan ungkapan “Shahabat kalian !” yang mengandung unsur penghinaan.

Habib Hanif pun meminta kepada aparat penegak hukum di Indonesia, ketika ada penghina Rasulullah agar segera ditangkap dan diadili, agar tidak sampai kemarahan umat Islam sampai menegakkan hukumnya sendiri.

“Saya ingatkan Polisi dan TNI yang muslim, kalau ada yang hina Nabi jangan dibiarkan, tangkap dan adili. Jangan sampai umat Islam menghukumnya sendiri,” tuntut Hanif.

Perlu diketahui, bahwa seorang remaja berusia 18 tahun yang merupakan pendatang dari Chechnya, tinggal di Kota Evreux, Paris barat laut. Dan bahkan ia tidak dikenal oleh dinas intelijen setempat.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (17/10), aparat juga menangkap sembilan tersangka lain dalam kejadian itu, termasuk kakek, orang tua dan saudara pelaku. 

Korban yang merupakan guru sejarah, Samuel Paty (47), dibunuh di kota kecil Conflans-Sainte-Honorine. Pelaku yang membawa pisau dan pistol mainan ditembak mati oleh polisi. Sebab, dia menolak menyerah dan sempat melepaskan tembakan peluru plastik ke arah polisi. 

Kasus pembunuhan murid kepada gurunya ini terjadi lantaran korban sempat menggelar diskusi tentang karikatur Nabi Muhammad SAW di dalam kelas. Sejumlah orang tua pelajar lantas protes terhadap Paty sebab Nabi Muhammad SAW adalah figur sakral dan tidak bisa digambarkan dengan karikatur. 

Sumber kepolisian mengungkapkan, Paty menerima ancaman setelah membuka diskusi itu. 

“Guru itu diancam setelah membuka diskusi ‘untuk berdebat’ tentang kartun (Nabi Muhammad) sekitar 10 hari lalu,” ujar pejabat kepolisian yang namanya tidak disebut karena tidak berwenang untuk membahas investigasi yang sedang berlangsung. 

Penyelidik Prancis membuka investigasi dugaan terorisme di dalam kejadian tersebut. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, datang ke lokasi usai kejadian dan menyebut kejadian itu sebagai serangan teror. 

“Salah satu rekan kita dibunuh hari ini karena apa yang dia ajarkan tentang kebebasan berpendapat dan kebebasan untuk meyakini dan tidak meyakini,” kata Macron. []

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait