Jokowi Saat Rakor FKUB: Kebhinnekaan Adalah Anugerah Tuhan

  • Whatsapp
IMG 20201103 WA0048
Presiden Jokowi saat Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Tahun 2020 dengan tema Umat Rukun Indonesia Maju, Selasa (3/11).

Inisiatifnews.com – Kementerian Agama menggelar Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Tahun 2020 dengan tema Umat Rukun Indonesia Maju, Selasa (3/11).

Acara yang dihadiri oleh Kepala FKUB dan Kepala Kantor Agama seluruh indonesia dan Kementerian atau lembaga terkait ini dibuka oleh amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Dalam amanatnya, presiden menjelaskan bahwa kebhinnekaan adalah anugerah dari Tuhan.

Bacaan Lainnya

“Kebhinnekaan adalah anugerah Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyanyang kepada bangsa Indonesia. Harus kita rawat dan kita jaga,” imbau Jokowi.

Selanjutnya, dijelaskan bahwa kerukunan antaragama tidak muncul secara tiba-tiba. Melainkan merupakan kesadaran bersama dan saling menghormati serta tidak memberikan ruang timbulnya saling curiga yang akan menghancurkan persatuan bangsa.

“Forum kerukunan umat bergamaa merupalan miniatur bangsa Indonesia dan saya berharap tidak ada satupun yang ditinggalkan maupun dipinggirkan. Harus bisa mengayomi,” pinta Jokowi.

Jokowi berpesan, pemerintah harus mendukung dalam menyemai nilai-nilai moderasi beragama. Tantangan hidup beragama kian berat di tengah adanya media sosial membawa hoaks dan ujaran kebencian. Butuh figur agamawan yang mempersatukan dan mejaga persatuan.

Wakil Presiden Republik Indonesia K.H Ma’ruf Amin yang hadir secara virtual menjelaskan bahwa Pancasila mewariskan bangsa ini kerukun dan kedamaian.

Kiai Ma’ruf berharap FKUB dapat terus berkontribusi dalam memelihara kerukunan. “Berharap FKUB dapat memelihara kerukunan bergama, dan menampung aspirasi ormas sampai mensosilaisakan peraturan perundangan-undangan yang berhubungan dengan keagamanan,” jelas Kiai Ma’ruf.

IMG 20201103 WA0050
Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Tahun 2020 dengan tema Umat Rukun Indonesia Maju, Selasa (3/11).

Senada dengan Jokowi, Menteri Agama Fachrul Razi saat membuka acara rapat koordinasi ini menegaskan, keragaman merupakan takdir pemberian Tuhan yang wajib diterima. Selain itu juga harus menghargai pemeluk agama lain.

“Semua pemeluk agama harus berpandangan, agama yang dipeluknya adalah agama yang paling benar dan baik. Tapi harus menghargai penganut agama lain yang berpandangan serupa,” terang Fachrul.

Sedangkan Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyatakan, keberagaman di Indonesia merupakan keniscayaan yang belum tentu terjadi di negara lain serta menjadi kekuatan bagi bangsa indonesia untuk terus maju.

Selain itu, dia mengingatkan, di era kemajuan teknologi, banyak pihak yang bisa membuat berita dan menjadi penulis yang lebih mempengaruhi daripada media konvensional.

“Teknologi yang semakin canggih sehingga komunikasi tidak ada batas. Sosial media lebih mempengaruhi daripada media konvensional semua orang bisa menjadi penulis dan membuat berita. Di sini kerukunan agama harus kita rawat,” tandas Tito.

Sedangkan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny menjelaskan, untuk menjaga keragaman bangsa ini harus mengaplikasikan nilai Pancasila.

Terkait era digitalisasi, Romo Benny menjelaskan, kini kekurangannya adalah lemahnya narasi persatuan serta literasi, dan tidak ada budaya kritis. “Selain itu, budaya kritis mati sehingga masyarakat tak jarang menerima informasi tanpa memfilternya terlebih dahulu,” tegasnya.

Benny menekankan bahwa penting disini tokoh agama yang bisa menyuarakan nilai Pancasila. “Perlunya role model dalam menyeruakan nilai Pancasila dan tokoh agama berperan penting,” tambahnya.

Terkahir, Romo Benny menjelaskan, FKUB merupakan rumah Indonesia yang memberikan peranan dan tempat bagi semua umat beragama untuk berkomunikasi dan merawat kerukunan, dan tidak mengenal dominasi. Diharapkan para pengurus menjadi negarawan yang bisa menjaga persatuan dan membatinkan Pancasila. (INI)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait