Habib Rizieq Pulang, Pengamat Intelijen : Normatif

  • Whatsapp
Stanislaus Riyanta
Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta memberikan respon terhadap rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq bin Shihab ke Indonesia pada hari Senin (9/11) pekan depan.

Menurutnya, kepulangan Rizieq adalah hal yang sangat wajar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah berada di luar negeri.

Bacaan Lainnya

“Hak setiap warga negara Indonesia yang berada di negara lain untuk pulang ke tanah air, selama sesuai prosedur dan tidak ada hambatan,” kata Stanislaus kepada Inisiatifnews.com, Rabu (4/11/2020).

Dan ia juga menilai kehadiran Rizieq kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun stay di Arab Saudi tidak ada yang istimewa. Sama seperti orang-orang Indonesia yang juga usai bepergian ke Arab Saudi atau negara-negara lainnya.

“Kepulangan HRS adalah hal yang normatif,” ujarnya.

Kemudian, analis keamanan yang merupakan lulusan S2 Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI) itu memandang bahwa sebetulnya sosok suami Syarifah Fadhlun bin Yahya itu sudah sangat kuat, sehingga penyambutan yang rencananya akan digelar secara besar-besaran oleh para simpatisannya juga terkesan wajar saja.

“Bagi para pendukung dan yang bersimpati dengan HRS (Habib Rizieq Shihab -red) juga sangat wajar jika melakukan penyambutan mengingat pengaruh HRS yang cukup kuat,” terangnya.

Sementara terkait dengan persoalan keamanan, Stanislaus menilai tak ada yang perlu menjadi atensi dari institusi keamanan negara terkait dengan pulangnya imam besar kelompok 212 itu.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait dengan kepulangan HRS ke tanah air,” sambungnya.

Dampak politik

Di sisi lain, Stanislaus juga menilai bahwa dalam perhitungan politik, tentu pulangnya Rizieq bin Shihab memiliki dampak politik di dalam negeri.

“Tentu saja secara politik kepulangan HRS akan membawa dampak,” kata Stanislaus.

Apalagi sejauh ini, belum ada figur politik yang memiliki nilai tawar yang kuat sebagai oposisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, sekalipun itu partai politik.

“Saat ini figur oposisi belum ada yang kuat, jika HRS pulang ke Tanah Air maka HRS akan menjadi figur oposisi yang kuat, dan suara-suara HRS akan cukup signifikan dalam menggalang massa oposisi,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa berdasarkan konferensi pers yang dilakukan Rizieq secara langsung di Makkah, Arab Saudi pagi tadi, ia bersama dengan keluarganya akan kembali ke Indonesia pada hari Senin 9 November 2020 pukul 19.30 waktu Arab Saudi.

Kemudian, dijadwalkan pesawat Saudi Arabian Airlines dengan kode penerbangan SV816 akan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng pada hari Selasa 10 November 2020 pukul 09.00 WIB. [NOE]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait