Muncul Sprint Dema PTKIN, IPO Nilai Stafsus Aminuddin Cemarkan Nama Baik Istana

  • Whatsapp
Dedi Kurnia Syah
Pengamat politik dari Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah.

Bandung, Inisiatifnews.com – Beredar surat perintah (Sprint) dari Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Aminuddin Ma’ruf, kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Isinya terkait pembahasan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 7 November 2020.

Direktur eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, memberikan kritikan kerasnya terhadap stafsus milenial Presiden itu, serta menilai Aminudin Maruf gagal menjaga nama baik Istana.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada garis komando dari sisi manapun antara Stafsus Aminudin Ma’ruf dengan Mahasiswa yang dapat dijadikan dalih memberi perintah, sehingga sangat jelas ini bukti kesewenangan sekaligus pencemaran nama baik Istana, memprihatinkan,” kata Dedi, Minggu (8/11/2020).

Menurut Dedi, alasan Aminudin yang menyatakan surat tersebut hanya kebutuhan internal, tidak dapat diterima mengingat judul surat berisi perintah, bukan surat undangan atau penerimaan jika ada permintaan audiensi dari Dema PTKIN.

“Kualitas stafsus semacam ini sangat disayangkan, ada potensi sindrom kuasa menghinggapi para stafsus muda,” ujarnya.

Akademisi dari Telkom University itu menilai sebaiknya Presiden Joko Widodo membebastugaskan Stafsus yang dinilai justru akan membuat citra Istana semakin memburuk.

“Akan sangat terhormat jika Presiden segera memberhentikan stafsus yang tidak memahami koridor kekuasaan secara proporsional, jangan sampai publik menilai buruk Istana,” lanjutnya.

Bagi Dedi, substansi pertemuan tidak menjadi soal, namun karena redaksional surat yang dikeluarkan Aminuddin yang juga mantan Ketua Umum PB PMII inilah yang menjadi soal.

“Subtansi pertemuan mungkin saja baik, hanya saja redaksi surat mengesankan nir-adab,” tegasnya.

IMG 20201108 051218
Surat Perintah yang dikeluarkan Aminuddin Maruf kepada para Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Surat Perintah bernomor Sprint-054/SKP-AM/11/2020 berkop Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Surat itu ditandatangani Aminuddin pada 5 November lalu.

Di dalam surat perintah tersebut, tercantum beberapa nama Ketua DEMA PTKIN, antara lain ;

1. Fachrur Rozi sebagai Korpus DEMA PTKIN se-Indonesia,
2. Aden Farikh sebagai Presiden Mahasiswa DEMA UIN Malang,
3. Ahmad Rifaldi M sebagai Kortim dan Presiden Mahasiswa DEMA UIN Yogyakarta,
4. Rubaith sebagai Presiden Mahasiswa DEMA UIN Semarang,
5. Fauzan sebagai Presiden Mahasiswa DEMA UIN Banten,
6. Munif Jazuli sebagai Kortim dan Mahasiswa DEMA IAIN Metro Lampung,
7. Ahmad Aidil Fah sebagai Presiden Mahasiswa DEMA UIN Makassar,
8. Mahfudz sebagai Presiden Mahasiswa DEMA IAIN Jayapura Papua,
9. Fatimah sebagai Presiden Mahasiswa DEMA IAIN Samarinda.

Kemudian di dalam surat perintah itu, Aminuddin memerintahkan kepada 9 nama orang yang disebutkannya itu untuk menyerahkan rekomendasi dan sikap mereka terkait dengan Omnibuslaw. [RED]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait