Jika Benar Mau Revolusi Akhlak, JARI 98 Sarankan Habib Rizieq Contoh Habib Luthfi

  • Whatsapp
Rizieq
Habib Rizieq dan Munarman. [foto : Istimewa]

Jakarta, Inisiatifnews.com – Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98), Arwandi mempertanyakan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rezieq bin Husein bin Shihab (HRS) yang diembel-embili dengan revolusi akhlak.

Bahkan ia mempertanyakan keseriusan ucapan Habib Rizieq tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kepulangan HRS ke tanah air katanya mau lakukan revolusi akhlak ? Apa iya ?,” kata Arwandi, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut, Arwandi menyebutkan kegagalan revolusi akhlak yang layu sebelum berkembang dan menjadi cibiran netizen sehingga viral di media sosial. Seperti dampak yang kurang enak dipandang kasat mata penampakan di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

“Ada yang bilang ganggu kamtibmas mulai jalan macet, fasilitas rusak, jadwal penerbangan terganggu, parkir seenaknya di Tol menuju Bandara. Ya pantesan aja jadi bahan kritikan Denny Siregar, Abu Janda dan Dewi Tanjung. Apalagi Nikita Mirzani yang menyebut tukang obat,” bebernya lagi.

Kendati demikian, ia tetap menghargai Habib Rizieq sebagai keturunan Rasulullah SAW. Dia kemudian lebih menyarankan Habib Rizieq agar revolusi akhlak tersebut meniru beberapa ulama nasional yang benar-benar mengajak kepada kesejukan dan kedamaian.

“Sebaiknya Habib Rizieq tiru ulama-ulama sejuk seperti Habib Luthfi, Abuya Muchtadi dan para ulama-ulama yang menyejukkan lainnya,” sarannya.

Kemudian, jika memang serius dengan revolusi akhlak, Arwandi sarankan agar memulainya dengan menyampaikan permohonan maaf atas kerusakan fasilitas publik di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) Cengkareng, di mana kerusakan terjadi saat penyambutan Habib Rizieq oleh ribuan jamaah di sana.

“Saya sepakat dengan revolusi akhlak tapi cobalah datangin pengelola Bandara Soetta untuk minta maaf atas kerusakan fasilitas di sana. Karena itu adalah bentuk Haqqul Adami (pertanggung jawaban urusan anak Adam). Jangan sampai ada tuntutan di akhirat,” tuturnya.

Bagi Arwandi, pemerintah sepertinya tidak mempersulit proses mudik atau pulang kampung Habib Rizieq dan justru menghargainya. Bahkan tanpa perlu mempersulitnya mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.

“Faktanya demikian, beliau tidak dipaksa karantina dulu 14 hari di Wisma Atlet,” katanya lagi.

Dari sisi lain, JARI 98 lebih mengacungi jempol aktivis senior Eggi Sudjana yang lebih memberikan edukasi dan penyuluhan hukum. Meski Eggi adalah kritikus sejati namun selalu memberi penyemangat untuk kemajuan bangsa.

“Sesuai hadist :”Al Ilmu Bila Amalin Katsajarin bila Tsamarin. Artinya Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah”. Kita satukan hati dan selaraskan Iman, dan mengharapkan ridho dari-Nya. Sehat selalu buat Bang Eggi Sudjana bersama keluarga,” ucapnya.

Lebih jauh, Arwandi juga angkat suara perihal pengajuan syarat Habib Rizieq Shihab jika akan ada rekonsiliasi dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Syarat tersebut adalah agar membebaskan sejumlah ulama dan aktivis yang dilakukan penahanan, seperti Abu Bakar Baasyir, Sugi Nur, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat hingga Habib Bahar bin Smith.

“Celoteh yang tidak mendasar memposisikan dirinya seolah dia adalah Presiden, Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan,” tandasnya. [RED]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait